Nyoman Kenak Jadi Ketua Harian PHDI Bali, Meskipun Dicaci, Dimaki, Silakan, ‘’Kenyemin Dogen’’

LOKASABHA VIII PHDI Provinsi Bali pada Jumat (8/4/2022) bertempat di Puspem Badung, berhasil menetapkan pengurus baru yang diketuai I Nyoman Kenak. Foto: ist

MANGUPURA – Ketua Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar, I Nyoman Kenak, terpilih sebagai Ketua Harian PHDI Provinsi Bali periode 2022 – 2027. Ia terpilih secara aklamasi dalam acara Lokasabha VIII PHDI Provinsi Bali pada Jumat (8/4/2022) bertempat di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.

Selain menetapkan Nyoman Kenak sebagai ketua harian, Lokasabha VIII PHDI Bali juga menetapkan Putu Wirata Dwikora sebagai sekretaris dan Nyoman Alit Putrawan sebagai bendahara pengurus harian. Adapun Dharma Upapati PHDI Provinsi Bali dijabat oleh Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari, sedangkan Ketua Paruman Walaka kini ditempati oleh I Gusti Ngurah Sudiana.

Bacaan Lainnya

Nyoman Kenak mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua PHDI Bali. Menurutnya, PHDI adalah organisasi yang sangat seksi dan dilirik oleh banyak orang. Banyak yang berminat sebagai pengurus PHDI. Ia juga menegaskan siap mengabdi di tingkat provinsi dan melanjutkan program-program kerja visioner dari pengurus sebelumnya.

“Ayo kita bersama-sama belajar merasakan kemauan semeton sareng sami, semua umat Hindu. Meskipun dicaci, dimaki, silakan, kenyemin dogen (senyumin saja). Ayo kita semua ngayah.Copy paste yang baik-baik (dari pengurus sebelumnya), yang buruk ayo kita buang,” ucap Kenak saat memberi sambutan perdana usai terpilih.

Baca juga :  Lupa Pakai Masker, 4 Pelanggar Prokes Langsung Didenda

Ketua Umum PHDI Pusat, Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT), yang hadir dalam Lokasabha VIII PHDI Bali, mengajak seluruh umat Hindu selalu menumbuhkan kesadaran untuk bersatu dengan memegang teguh ajaran tat twam asi, vasudhaiva kutumbakam, dan Panca Sradha.

“Saya mengajak semua elemen agar bersatu berkolaborasi dengan saling berkontribusi, kita harus mengisi satu sama lain. Untuk itu, kita umat Hindu jangan mau diadu domba,” katanya.

WBT juga berpesan bahwa menjadi pengurus PHDI adalah tugas luhur sehingga patut berbangga. Pengurus adalah pelayan umat. Karena itu, pengurus PHDI Provinsi Bali yang terpilih agar mampu menjaga hubungan baik dengan seluruh umat. “Kuncinya adalah bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Saya berharap hubungan antar-umat dan inter-umat bisa guyub,” tegasnya.

Bersamaan saat berlangsungnya Lokasabha VIII, justru terjadi aksi massa di depan Sekretariat PHDI Provinsi Bali, Jalan Ratna, Denpasar. Puluhan orang dari Forum Komunikasi (Forkom) Taksu Bali melakukan aksi damai, Jumat (8/4/2022).

Alasan digelarnya aksi itu lantaran PHDI diduga hingga kini masih bekerja sama dengan sampradaya asing. Forkom Taksu Bali menuntut pembubaran kepengurusan PHDI Bali dan meminta Pemprov Bali bersikap.

Ketua Umum Forkom Taksu Bali, Jro Mangku Ketut Wisna, menjelaskan dasar pihaknya melakukan aksi tersebut. Pertama, bahwa sampai saat ini PHDI masih bekerja sama dengan sampradaya asing Veda Poshana Ashram (VPA) dan lainnya. Sampradaya asing dinilai telah merusak tatanan adat seni budaya Hindu di Bali dan Nusantara.

Baca juga :  Jaga Ekosistem Lingkungan, Dinas Perikanan Denpasar Tebar 20.000 Benih Ikan Nila

Kedua, PHDI dianggap sudah tidak mampu lagi sebagai pengayom umat Hindu. Karena telah terjadi sengketa yang menimbulkan kebimbangan umat dalam berkeyakinan dengan adanya dualisme PHDI WBT vs PHDI MLB.

Ketiga, PHDI sebagai lembaga umat sudah membuat resah dan kegaduhan di masyarakat umat Hindu, sehingga rasa nyaman dan damai dalam berkeyakinan sudah tidak dirasakan lagi oleh umat Hindu,” katanya. rap/dbs

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.