POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Denpasar, tidak sepenuhnya berjalan lancar. Hari kedua pelaksanaan ANBK tahap 1 terganggu. Gara garanya, server pelaksanaan ANBK tersebut down dan tidak bisa diakses.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Nyomam Suriawan. Ia menegaskan server ANBK mulai down saat masuk pada sesi kedua, terkhusus bagi sekolah yang menggunakan moda daring.
‘’Iya down dari pusat semua, seluruh Indonesia. Ada 19 sekolah yang melapor mengalami kendala ANBK tahap 1 pada hari kedua,’’ Kata Suriawan, Rabu (30/10/2024).
Suriawan menjelaskan menurut informasi dari tim ANBK Pusat, bahwa pelaksanaan ANKB sesi dua tersebut terpaksa haru dijadwalkan ulang atau diundur. Ia tidak mengetahui pasti apa penyebab dari server yang down tersebut.
Suriawan berpesan kepada seluruh penyelenggara pendidikan di Kota Denpasar, untuk tetap tenang, dan terus memberikan semangat kepada para peserta ANBK.
Sementara itu, dari pemantauan di sejumlah sekolah, pelaksanaan ANBK tahap 2 pada hari pertama, Rabu (30/10) berjalan lancar. Tidak ada laporan yang masuk ke Disdikpora Kota Denpasar, terkait kendala teknis di lapangan.
ANBK dilaksanakan mulai Senin (28/10/2024) hingga Senin (7/10/2024) mendatang yang dibagi empat tahap. Tahap 1 dan 2 mulai 28-31 Oktober 2024, dan tahap 3 dan 4 mulai 4-7 November 2024.
ANBK diikuti 2.184 siswa dari 255 satuan pendidikan jenjang SD. Dari jumlah itu, 254 SD mengikuti ANBK secara online, 1 sekolah memilih secara semi online.
Suriawan menjelaskan hasil Asesmen Nasional ini nanti akan digunakan sebagai base line data yang akan memudahkan pemangku kepentingan di bidang pendidikan, baik pemerintah pusat/daerah, masyarakat, maupun tenaga pendidik, untuk memperoleh gambaran bentuk kualitas pendidikan sekolah dasar. ”Mudah-mudahan hasil Asesmen Nasional ini dapat digunakan secara optimal sebagai dasar perencanaan satuan pendidikan agar kualitas pendidikan semakin baik lagi ke depan,” ujarnya.
ANBK sendiri adalah tes yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sekarang Kemendikdasmen. ANBK dilakukan untuk mengevaluasi pemahaman siswa dan kinerja kurikulum. Sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 17 Tahun 2021, ANBK terdiri dari Survei Karakter, Asesmen Kompetensi Minimum, dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).
‘’Peserta yang mengikuti ANBK SD ini hanya murid kelas 5 yang dipilih secara acak oleh pusat. ANBK tidak menentukan kelulusan. Hal ini karena hasil ANBK tidak memuat skor atau nilai peserta didik secara individual. ANBK hanya menjadi dasar dilakukannya perbaikan layanan satuan pendidikan,’’ jelas Suriawan memungkasi. tra
























