MANGUPURA – Tim sepakbola Jembrana seakan tak percaya dengan kekalahan 1-4 yang mereka derita dari tuan rumah Badung, pada laga pembuka Grup A Porprov Bali XV/2022, di Stadion Mengwi, Badung, Senin (14/11/2022). Padahal dalam uji coba sebelum Porprov, Jembrana sempat mengalahkan Badung 2-1.
”Bukan kami tak menerima kekalahan, tetapi kondisi lapangan yang sangat becek dan tidak layak dipakai pertandingan sekelas Porprov, sangat mempengeruhi performa para pemain,” ujar Pelatih Jembrana, Budi Harto usai laga tersebut.
Dari segi permainan kedua tim, Coach Budi mengaku tidak bisa dijadikan ukuran menilai kualitas tim di atas lapangan yang buruk. Apalagi tiga gol dari empat gol Badung, diakui akibat blunder kipernya yang terlalu maju sehingga salah antisipasi pada kondisi lapangan licin dan becek.
Terlepas dari kekalahan menyakitkan itu, peluang Jembrana sebenarnya belum habis karena masih menyisakan dua laga sisa. Untuk bersaing dalam perebutan tiket semifinal, Jembrana dituntut menyapu bersih dua laga sisa itu, sisa melawan Buleleng dan Tabanan. ”Pastinya kami akan bangkit terutama fokus dulu menghadapi Buleleng di laga kedua,” pungkas Coach Budi.
Terkait lapangan yang becek dan berlumpur, juga dikeluhkan Ketua Umum Askab PSSI Jembrana, Ketut Tulis. Bahkan, Jembrana sempat mau tak bertanding setelah melihat permukaan lapangan yang sangat tidak layak.
”Tapi kalau sepihak, kami saja lakukan itu (tidak mau main), jelas Jembrana bakal di WO. Tadinya, kami berharap Badung juga tak mau main, tetapi ternyata tetap ingin main dan pada akhirnya mereka menang,” ungkapnya.
Ketut Tulis juga mengungkap stadion Mengwi tak layak pakai saat perhelatan Piala Suratin 2021. Kejadian berulang yang terus dipaksakan yang menurutnya tak kapok-kapok dilakukan.
”Katanya perhelatan Porprov ini dijadikan ajang seleksi oleh Asprov PSSI Bali untuk persiapan menghadapi pra-PON. Bagaimana bisa melihat kualitas pemain yang bagus jika lapangan yang dipakai sangat tidak mendukung,” pungkasnya. yes























