Sepakbola Porprov XV : Badung Siap Hadapi Jembrana, Sebut Lapangan Bermasalah

PARA pemain Tim Porprov Badung melakukan latihan ringan di seputar tempat mereka TC. foto: ist

MANGUPURA – Cabang olahraga (Cabor) paling bergengsi, sepakbola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV/2022 mulai kick off Senin (14/11/2022) di Stadion Mengwi, Kabupaten Badung.

Tujuh tim akan bersaing menjadi yang terbaik pada even akbar dua tahunan tersebut, yang sempat tertunda setahun lebih gegara pandemi covid-19. Porprov XV sedianya digelar terpusat di Kabupaten Badung sebagai tuan rumah, namun diundur setahun bahkan dengan tajuk ”Porprov Gotong Royong.”

Read More

Ketujuh tim itu adalah Kabupaten Badung sebagai tuan rumah cabor sepakbola, Jembrana, Tabanan dan Buleleng yang tergabung di grup A. Sementara Peraih perak Porprov edisi sebelumnya, Denpasar bersama Karangasem dan Gianyar di Grup B.

Partai pembuka Porprov XV akan menyajikan tim Badung sebagai juara bertahan atau peraih emas Porprov XIV/2019 di Tabanan melawan tim Kabupaten Jembrana pukul 14.00 Wita, dan dilanjutkan partai kedua pukul 16.00 Wita mempertemukan Buleleng vs Tabanan.

”Secara tim, kami sudah siap tempur menghadapi Jembrana. Sebagai juara bertahan, pastinya juga kami ingin mempertahankan medali emas yang kami raih di Tabanan,” kata Pelatih Tim Badung, Nyoman Sujata saat dikonfirmasi posmerdeka.com, Minggu (13/11/2022) malam.

Hanya, tambah Sujata, lapangan di Stadion Mengwi sebagai tempat pertandingan bermasalah karena sehari sebelumnya Minggu (13/11) sore diguyur hujan deras hingga membuat permukaan lapangan mendadak kebanjiran bak kolam buatan. ”Apalagi dipakai besok (Senin ini) lapangan menjadi tambah bonyok dan berlumpur,” sebut Sujata.

Hampir semua tim peserta mengeluhkan kondisi Stadion Mengwi, bahkan tim Jembrana yang mendapat kesempatan menjajal rumput stadion Mengwi sore hari, batal dilakukan karena hampir seluruh permukaan lapangan tergenang air akibat hujan deras.

Sejatinya, venue sepakbola Porprov Bali XV sesuai rencana akan berlangsung di Lapangan Beji Mandala Pecatu, kawasan Badung Selatan. Namun karena berada di kawasan ring satu pelaksanaan KTT G20, cabor sepakbola akhirnya ”tergusur” ke Stadion Mengwi.

Selain lapangan Beji Mandala, di kawasan Badung Selatan masih ada stadion yang cukup baik, yakni Stadion Yoga Perkanti Jimbaran. Tetapi lagi-lagi stadion itu berada di radius pelaksanaan G20 sehingga tak memungkinkan dipakai tempat pertandingan.

Sujata menambahkan, kondisi lapangan yang buruk akan mempengaruhi performa skuad Keris Badung. Dan itu, menurutnya bukan dirasakan oleh tim Badung saja, hampir seluruh tim yang ikut pasti akan mengeluhkannya.

”Tapi kondisi tersebut, tidak serta merta membuat semangat kami kendur. Anak-anak siap berjuang mengamankan poin penuh di laga awal ini melawan Jembrana. Ya, semoga saja bisa mendapatkan hasil terbaik,” pungkasnya. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.