Seorang Perempuan Jadi Korban Pembacokan di Desa Pancasari

POLISI melakukan olah TKP pembacokan seorang perempuan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Seorang perempuan bernama Ni Made Seniwati (59) warga Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, menjadi korban penganiayaan.

Perempuan itu dibacok oleh Ketut Budiarta alias Nalo (43) yang juga merupakan warga desa setempat. Korban diketahui dibacok menggunakan sabit beberapa kali di bagian badan. Atas kejadian itu, korban Seniawati harus mendapat perawatan insentif di RSUD Buleleng.

Read More

Kasihumas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, membenarkan kasus dugaan penganiayaan yang dialami korban Seniwati. Dia menyebut, kasus pembacokan tersebut terjadi pada Jumat, 29 November 2024 pagi sekitar pukul 07.00 Wita, di Banjar Dinas Juukmas, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.

Saat itu, Seniwati tengah membonceng cucunya untuk diantarkan ke sekolah. Sesampainya di lokasi kejadian, di pinggir jalan Desa setempat, Seniwati hendak menyeberang jalan. Namun, tiba-tiba Seniwati ditarik dari belakang oleh Nelo dan langsung membacok korban.

Atas musibah yang menimpanya, korban pun kemudian meminta tolong kepada warga setempat. “Pelaku melarikan diri usai melakukan pembacokan terhadap korban,” kata AKP Diatmika.

Saat ini korban Seniwati masih mendapat perawatan intensif di RSUD Buleleng. Sementara pelaku Nelo telah diamankan di Polsek Sukasada.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sebilah sabit yang diduga digunakan pelaku membacok korban. “Pelaku berhasil diamankan selang beberapa jam setelah kejadian. Saat ini sudah ditahan,” imbuh Diatmika.

Dia menambahkan, dari pemeriksaan sementara yang dilakukan polisi, pelaku Nelo mengaku nekat melakukan pembacokan lantaran tersinggung kepada korban. Namun, pihaknya belum membeberkan secara rinci pelalu tersinggung karena hal apa.

“Pelaku kita sangkakan Pasal 351 KUHP. Dari pengakuan tersangka melakukan perbuatannya karena tersinggung. Motif pastinya masih kita selidiki,” pungkas AKP Diatmika. edy

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.