POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Bawaslu Gianyar bersama Kejari dan Polres Gianyar yang bergabung dalam Sentra Gakkumdu, melangsungkan pertemuan untuk menyamakan persepsi terkait hal yang berpotensi jadi permasalahan pada Pemilu 2024. ‘’Yang difokuskan adalah penyamaan persepsi Sentra Gakkumdu Gianyar terkait norma-norma tindak pidana pemilu, evaluasi tahapan Pemilu di Gianyar, baik Pemilu 2014 maupun 2019, sebagai cegah dini terhadap potensi permasalahan,” kata Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, Jumat (6/10/2023) di Bawaslu Gianyar.
Anggota Bawaslu Bali, I Wayan Wirka, menambahkan, penyamaan persepsi dan pola komunikasi dalam Sentra Gakkumdu sangat penting dilakukan. Sebab, sebentar lagi tahapan Pemilu akan memasuki tahapan kampanye, masa tenang dan pungut hitung. “Ini penting untuk memonitoring kesiapan Sentra Gakkumdu Gianyar, baik sumber daya manusia dan prasarananya,” jelas Wirka.
Menyinggung kesiapan sarana dan prasarana, anggota Bawaslu Gianyar, I Wayan Gede Sutirta, mengaku saat ini di Bawaslu Gianyar masih terkendala sarana dan prasarana di Sentra Gakkumdu yang belum representatif. Misalnya belum memiliki ruangan khusus untuk Sentra Gakkumdu dan penerimaan laporan.
Ketua Bawaslu Gianyar, I Wayan Hartawan, juga melontarkan hal yang sama. Bawaslu Gianyar saat ini masih menggunakan ruangan multifungsi, yakni dalam satu ruangan digunakan berbagai fungsi seperti ruang rapat, ruang kerja dan ruang penerimaan laporan.
Julius Anthony dari Kejari Negeri Gianyar menyampaikan, instansinya berkoordinasi dengan intelijen kejaksaan terkait ada atau tidaknya gejolak yang berhubungan dengan pelaksanaan Pemilu di Gianyar. Dia juga menambahkan Kejari Gianyar akan selalu menginformasikan kepada Bawaslu berkaitan perkembangan politik di Gianyar
Jajaran kepolisian, imbuh I Wayan Arta dari Polres Gianyar, sudah melakukan pelatihan dan antisipasi terkait pelanggaran pidana pemilu. “Polres Gianyar juga sudah menyiapkan posko aduan untuk melaporkan bila terjadi tindak pidana pemilu,” paparnya. adi























