OPD Verval ke Desa Binaan, Pj. Bupati Gianyar Atasi Kemiskinan Ekstrem

Pj. Bupati Gianyar, Dewa Tagel Wirasa. Foto: ist
Pj. Bupati Gianyar, Dewa Tagel Wirasa. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Pj. Bupati Gianyar, Dewa Tagel Wirasa, bergerak cepat mengatasi kemiskinan ekstrem (KE) yang disinggung Pj. Gubernur Bali saat pelantikan dirinya. Semua OPD diinstruksi turun ke desa binaan untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan. Hal itu diungkapkan saat bertemu awak media di halaman belakang Kantor Bupati Gianyar, Jumat (6/10/2023). 

Dewa Tagel Wirasa menyebutkan, data kemiskinan Gianyar sebenarnya dibangun sebelumnya dengan melakukan verifikasi langsung oleh semua OPD secara by name by address, dan dimasukkan dalam sistem aplikasi. Setelah melakukan verval data kemiskinan ekstrem, dia menetapkan jumlah kemiskinan ekstrem di Gianyar sebanyak 48 KK. Data ditetapkannya dengan SK nomor 990/F-01/HK/2023 tentang Penetapan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Keluarga Miskin Ekstrem di Kabupaten Gianyar. Di surat keputusan itu juga dicantumkan 48 KK, lengkap dengan nama dan alamat. 

Read More

Setelah dikeluarkannya SK tersebut, Tagel Wirasa bersama jajaran Pemkab Gianyar akan mengambil langkah-langkah untuk menanggulangi. “Dalam jangka pendek, dua atau tiga bulan ke depan, kemiskinan ekstrem di Gianyar akan kami berikan BLT. Selanjutnya kami evaluasi lagi langkah apa yang tepat dilakukan untuk mengatasi ini,“ jelasnya.

Dia menguraikan, KE di Gianyar didominasi keluarga rentan yang tidak produktif, sehingga tidak memungkinkan diberikan bantuan stimulus. Dia berjanji sampai akhir tahun ini dapat menuntaskan kasus kemiskinan ekstrem di Gianyar. Pun masih mencari celah regulasinya agar 48 KK ini bisa diintervensi dalam jangka pendek.

Penanganan kemiskinan ekstrem, paparnya, sudah dilakukan Bupati Made Mahayastra dengan memberi pelbagai bantuan kepada masyarakat. Seperti jambanisasi, bedah rumah, BLT atau bantuan permodalan usaha dari Bank Daerah Gianyar. 

Persoalan berikutnya adalah stunting. Hingga saat ini, data stunting di Gianyar yang 6,3 persen jauh berada di bawah rata-rata Bali dan nasional. Angka tersebut merupakan data prevalensi stunting tahun 2022, sedangkan tahun 2021 prevalensi stunting Gianyar 5,1 persen, terendah secara nasional. Kenaikan prevalensi stunting sebesar 1,2 persen ini harus disikapi serius seluruh stakeholder. “Harus dicari akar penyebab mengapa prevalensi stunting naik,” ulasnya. 

Dia bersama OPD terkait akan melakukan evaluasi pada program dan kegiatan penurunan stunting, yang selama ini dijalankan Tim Percepatan Penurunan Stunting bersama stakeholder. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.