Semua Tingkatan Usia Rentan Terjerat Narkoba

  • Whatsapp
WABUP Kasta menjadi narasumber dalam Workshop P4GN di Lingkungan Masyarakat, Kamis (14/10/2021). Foto: ist

KLUNGKUNG – Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, menjadi narasumber dalam Workshop Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lingkungan Masyarakat, Kamis (14/10/2021) di Ruang Penida, Wyndham Tamansari Jivva Resort.

Di hadapan 30 peserta dari perwakilan perangkat desa tersebut, Kasta menyampaikan Indonesia saat ini sedang darurat narkoba. Hal itu ditegaskan Presiden Joko Widodo dengan menyatakan perang terhadap narkoba.

Bacaan Lainnya

Untuk menindaklanjuti pernyataan Presiden ini, sebutnya, BNNK Klungkung menjalin koordinasi dengan Majelis Desa Adat serta dengan desa dan kepolisian untuk membuat pararem. Isinya mengatur terkait peredaran narkoba di lingkungan desa.

Para orangtua juga diingatkan agar senantiasa mengawasi anak-anaknya agar tidak mencoba-coba mengonsumsi narkoba. Sebab, tidak hanya anak muda, semua lapisan dan tingkatan usia sangat rentan terjerat penggunaan narkoba.

“Pada tahun 2020 terjadi 22 kasus dengan 31 tersangka, pada akhir September 2021 saja telah terjadi 21 kasus dengan 26 tersangka. Angka ini tentu mengkhawatirkan dan harus kita tindak lanjuti dengan meningkatkan pengawasan serta kewaspadaan di lingkungan masing masing. Hal itu demi menyelamatkan keluarga dan orang orang di sekitar kita dari jeratan candu narkoba,” serunya.

Baca juga :  Longsor di Busungbiu, Satu Rumah dan Mobil Rusak

Di Klungkung, jelasnya, saat ini terdapat RSUD Klungkung dan RS Bintang yang menjalin kerjasama dengan BNNP guna merehabilitasi para pecandu narkoba. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat memperkecil, bahkan menghilangkan, peredaran narkoba di Kabupaten Klungkung,” harapnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Klungkung, I Made Pastika, dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan workshop ini untuk meningkatkan pengetahuan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, mengembangkan kemampuan serta kapasitas penggiat P4GN, serta membentuk penggiat P4GN dari lingkungan masyarakat desa.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta sebagai tokoh di lingkungan masyarakat dan selaku penggiat antinarkoba, mampu menangkal segala bentuk penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di lingkungan masing-masing,” cetusnya. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.