POSMERDEKA.COM, BANGLI – Semburan belerang di Danau Batur yang rutin terjadi setiap tahun berdampak matinya ribuan ikan, membuat prihatin anggota DPRD Bangli, I Made Joko Arnawa. Dia mendesak pemerintah melakukan kajian demi dapat mengurangi kerugian petani ikan. “Kami harapkan pemerintah melakukan kajian terkait fenomena semburan belerang ini, karena musibah ini terjadi hampir setiap tahun,” tuntutnya, Minggu (20/7/2025).
Dampak semburan belerang di Danau Batur, ucapnya, mengakibatkan kerugian cukup besar bagi petani ikan. Hal ini membuat petani kelimpungan, apalagi modal yang digunakan untuk budidaya ikan dalam Kantong Jaring Apung (KJA) adalah pinjaman bank. “Mereka tentu syok dengan musibah itu,” sambung politisi Gerindra tersebut.
Dia tak memungkiri peristiwa itu memang disebabkan aktivitas vulkanik Gunung Batur. Meski demikian, pemerintah mesti membuat kajian. Minimal pemerintah bisa mendapat petunjuk untuk menghindari adanya kematian ikan cukup besar dalam bencana ini. “Kita harus melakukan upaya agar kerugian petani bisa dihindari oleh dampak semburan belerang ini,” seru pria asal Desa Songan itu.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Bangli, Wayan Sarma, yang dimintai konfirmasi, berkata Danau Batur saat ini menjadi kewenangan Pemprov Bali. Fenomena semburan belerang sudah dilaporkan ke Pemprov Bali, dan Brida Provinsi Bali sedang melakukan kajian. ‘Brida Provinsi Bali sedang melakukan kajian terkait meningkatnya populasi ikan red devil, yang mengakibatkan kerugian petani. Termasuk faktor-faktor lain seperti fenomena semburan belerang,” paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus kematian puluhan ton ikan di Danau Batur, sekitar Desa Terunyan, terjadi secara besar-besaran. Ditaksir 70 ton ikan mati akibat semburan belerang di Danau Batur. Kerugian diprediksi mencapai miliaran rupiah. Pembersihan bangkai ikan dilakukan oleh pemerintah yang dikoordinir Dinas PKP Bangli. gia
























