POSMERDEKA.COM, BULELENG – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Gedong Kirtya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng terus berupaya melakukan penyelamatan lontar dari kerusakan. Inventarisasi lontar sebagai upaya menjaring informasi tentang keberadaan lontar yang ada di masyarakat untuk dijadikan data dan referensi ilmu pengetahuan di Gedong Kirtya.
Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, Senin (7/8/2023) mengatakan, hingga Juli 2023 sudah ada 7 lontar milik masyarakat yang diinventarisasi. Sejauh ini, inventarisasi lontar baru dilakukan di beberapa wilayah di Buleleng.
Sebagian besar lontar yang diinventarisasi itu, kondisinya sudah rusak parah. Hal ini menyulitkan tim untuk melakukan pendataan. “Kebanyakan lontarnya sudah rusak parah dan sulit diidentifikasi. Tim hanya bisa menyelamatkan potongan-potongan lontar yang tersisa,” kata Dewa Ayu.
Menurut dia, saat ini masih banyak warga masyarakat yang memiliki lontar warisan. Hanya saja, ada masyarakat tidak mengizinkan lontarnya untuk diinventarisasi. Pendekatan persuasif pun dilakukan agar lontar-lontar yang sudah berusia itu bisa diidentifikasi.
“Kami hanya melakukan pendataan dan sekaligus melakukan perawatan agar keberadaan lontar itu tidak cepat rusak. Jika pemiliknya mengizinkan, lontar tersebut juga akan diduplikasi oleh UPTD Gedong Kirtya,” terang Dewa Ayu.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini, hasil dari inventarisasi yang dilakukan, tim hanya mendapatkan lontar warisan yang umumnya juga ditemukan di tempat lain. Seperti lontar umum tentang Wariga, Usada, Babad, dan Kawisesan. edy
























