Sekolah Diminta Umumkan Kelulusan Serentak Secara Daring

AA Putu Gede Astara, bersama kepala SMP negeri dan sejumlah guru usai persembahyangan bersama serangkaian pelaksanaan PPDB di Pura Jagatnatha Denpasar, Selasa (14/6/2022). Foto: ist
AA Putu Gede Astara, bersama kepala SMP negeri dan sejumlah guru usai persembahyangan bersama serangkaian pelaksanaan PPDB di Pura Jagatnatha Denpasar, Selasa (14/6/2022). Foto: ist

DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar meminta semua SMP/MTs negeri maupun swasta di Kota Denpasar agar menyampaikan kelulusan siswa secara daring atau online. Pengumuman kelulusan SMP secara serentak dilakukan pada Rabu (15/6/2022) pukul 11.00 Wita.

“Untuk menghindari konvoi dan aksi corat coret pengumuman kelulusan siswa agar disampaikan lewat online. Bisa lewat whatsapp atau website yang ada di sekolah,” kata Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Putu Gede Astara, Selasa (14/6/2022) di sela-sela persembahyangan bersama serangkaian pelaksanaan PPDB di Pura Jagatnatha Denpasar.

Read More

Agung Astara menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polresta Denpasar dan Satpol PP Kota Denpasar untuk mengantisipasi eforia siswa merayakan kelulusan. Namun ia meminta, siswa tetap berada di rumah menunggu hasil pengumuman kelulusan.

Soal berapa persen yang tidak lulus, Agung Astara berkata, belum bisa menyampaikannya karena belum waktunya diumumkan. Ia menegaskan kelulusan siswa SMP diserahkan kepada sekolah masing-masing. ‘’Berapa yang lulus, besok tiang (saya) informasikan karena hari ini datanya belum semua masuk. Mudah-mudahan lulus semua,’’ kata Agung Astara.

Ia menyebutkan, nilai yang digunakan untuk menentukan kelulusan yakni nilai 5 semester terakhir ditambah nilai hasil ujian sekolah. Sementara untuk surat keterangan lulus akan diterbitkan sekolah sesuai peruntukan untuk kebutuhan jenjang berikutnya.

Agung Astara mengatakan, di Denpasar tercatat ada 81 SMP/MTs negeri dan swasta, namun tahun ini ujian sekolah hanya  diikuti 80 sekolah. ‘’Satu sekolah yakni SMPN 14 Denpasar tidak melaksanakan ujian karena memang siswanya belum ada yang kelas 9,’’ ucapnya.

Menurut Agung Astara, kemungkinan untuk tidak lulus juga ada karena sesuai dengan nilail akumulasi di sekolah. Apabila ada siswa yang tidak lulus, siswa tersebut harus mengulang tahun depan. ‘’Kalau tidak lulus ya mereka harus ngulang lagi tahun depan. Kami berharap sih semua lulus agar bisa melanjutkan ke jenjang SMA/SMK,’’ tandasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.