2022, Pergerakan Penumpang Pesawat Ditarget 9 Juta Orang

DARI kiri ke kanan: Co GM Operasional Rully Artha, Co GM Commercial Aidhil Philip Julian, dan General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan. Foto: ist
DARI kiri ke kanan: Co GM Operasional Rully Artha, Co GM Commercial Aidhil Philip Julian, dan General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan. Foto: ist

MANGUPURA – Seiring melandainya kasus Covid-19 dan ada relaksasi aturan oleh pemerintah, pergerakan lalu lintas angkutan udara di Bandara I Gusti Ngurah Rai terus meningkat. Terhitung dari bulan Januari s.d. Mei 2022, pergerakan penumpang mencapai 3.186.854 orang. Kondisi itu naik 239 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang hanya 940.421 penumpang.

Kondisi serupa juga dialami pergerakan pesawat yang naik sebesar 106 persen pada periode yang sama, dari 12.038 pesawat menjadi 24.840 pesawat. Sementara untuk angkutan kargo naik 8 persen, dari 12.417.953 menjadi 13.356.754.

Read More

GM PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan, Senin (13/6/2022) menerangkan, kondisi angkutan udara pada periode Januari s.d. Mei 2022 mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, jumlah tersebut belum dalam kondisi normal seperti sebelum pandemi. Dari Januari s.d. Mei 2022 pergerakan penumpang mencapai 3,7 juta, dari sebelumnya 24 juta per tahun.

Namun, sambungnya, pergerakan penumpang domestik harian baru mencapai 60-70 persen atau 25 ribu-26 ribu, dibandingkan kondisi normal yang berjumlah 30 ribu-35 ribu per hari. Sementara untuk pergerakan penumpang internasional, sambungnya, per hari baru mencapai 20 s.d. 30 persen, yaitu 10 ribu sampai 11 ribu dari galibnya 35 ribu penumpang.

“Sejauh ini memang sudah ada pertumbuhan, tapi kondisinya belum normal seperti sebelum pandemi. Kenapa terlihat kondisi bandara ramai, karena jam penerbangan yang kami padatkan. Saat ini Bandara Ngurah Rai beroperasi 19 jam dari pukul 07.00—02.00 Wita, kalau sebelum pandemi operasional bandara 24 jam,” paparnya.

Sampai tanggal 13 Juni kemarin, ulasnya, sebanyak 22 maskapai reguler dan 16 maskapai nonreguler beroperasi di Bandara Ngurah Rai. Kondisi itu masih didominasi 29 rute domestik dan 19 rute internasional. Sebelum pandemi, kondisi penerbangan didominasi penerbangan luar negeri. Sementara estimasi penumpang transit berkisar 9-12 persen saat kondisi normal. Pada saat peak hours (jam puncak), yaitu pukul 12.00 sampai 14.00, jumlah penumpang mencapai 2.700 penumpang.

Untuk tahun 2022 ini, pihaknya menarget pergerakan penumpang bisa mencapai 9 juta. Dengan capaian 3,7 juta pergerakan hingga bulan Mei ini, masih ada 6 juta pergerakan yang harus dikejar selama tujuh bulan sampai bulan Desember. Target tersebut dirasa sangat realistis, berkaca dari proyeksi tren penumpang yang makin naik.

Pada bulan Mei saja tercatat 1.006.662 orang penumpang yang datang dan pergi melalui Bandara Ngurah Rai. Capaian bulan Mei itu menjadi catatan pergerakan penumpang selama beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, angka pergerakan penumpang berada sekitar 600-700 orang.

Optimisme itu juga didasari adanya sejumlah event yang akan berlangsung di Bali, di antaranya Indonesia Inter Marathon pada 26 Juni, KTT G20 pada 15-16 November, Konferensi Peradilan Konstitusi Sedunia pada 4-7 Oktober. Namun, pihaknya masih menghitung apakah kenaikan itu akan menutup biaya operasional dan pemeliharaan. Sebab, sejak Covid-19, keuangan Angkasa Pura I Ngurah Rai cukup tertekan. gay

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.