Sekitar 1.200 Wisatawan Tiongkok Masih di Bali, Dispar Bantah Potential Loss Capai Rp 1 T

  • Whatsapp
WISATAWAN Eropa tampak menikmati makam malam di Hotel Puri Santrian.

DENPASAR – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa menyebutkan bahwa kurang lebih 1.200 wisatawan Tiongkok masih tinggal di Bali. Data itu ia peroleh dari catatan Imigrasi. “Mereka sudah memperpanjang visanya. Tentu ini akan mengurangi potential loss kita,” kata Astawa di Hotel Puri Santrian, Sanur, Denpasar, Jumat (14/2/2020).

Menurutnya, jumlah wisatawan yang datang ke Bali tahun 2019 mencapai 6,3 juta. Khusus wisatawan asal Negeri Tirai Bambu ini, kata dia, mencapai sebanyak 1,185 juta, yakni sebesar 18 persen. Namun karena virus corona di Wuhan, potential loss jumlah wisatwan mencapai 18 persen per tahun. “Ini estimasi per tahun,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Pihaknya pun membantah potensi kerugian akibat batalnya kedatangan wisatawan Tiongkok mencapai Rp 1 triliun. “Kalau di Bali itu wisatawan Tiongkok yang batal datang itu 20 ribuan. Di mana spending money $200-500 per hari. Jadi satu bulan potential loss nya diperkirakan sekitar Rp10 miliar,” jelasnya.

Dikatakannya, wisatawan Tiongkok yang masih tinggal di Bali juga memperkecil potential loss-nya. “Katakanlah mereka seharusnya lima hari disini, namun mereka tinggal katakanlah satu bulan, tentu ini bisa menutupi pontential loss,” ungkapnya.

Sementara itu, Corparate GM Santrian yang juga Chairman Bali Hotel Association, Ricky Putra berharap, kasus ini cepat berlalu dan jangan bersedih berlama-lama. Pihaknya menyarankan agar mencari potensi pasar pariwisata lainnya. “Mudah-mudahan tamu Tiongkok yang masih ada di Bali merasa nyaman, sehat, dan tetap tinggal bersama kita,” ujarnya.

Baca juga :  Update Covid-19 di Denpasar: Tambahan Harian Kasus Positif dan Pasien Sembuh Terpaut 1 Orang

Pihaknya juga berharap, pasar pariwisata baik itu yang datang dari Australia maupun Eropa, Japan, dan Korea. Tak hanya itu, tamu asal Amerika yang rencananya akan bepergian ke Tiongkok, diharapkan dapat mengalihkan liburannnya ke Bali. Di mana per tahun mencapai 20 hingga 25 juta wisatawan.

“Mudah-mudahan market ini bisa datang ke Bali atau daerah-daerah lainnya di Indonesia. Tentu ini tidak mudah. Perlu terobosan, terutama penambahan penerbangan dari Amerika, Timur Tengah dan juga Eropa. Mudah-mudahan dengan terobosan ini bisa mengurangi potential loss,” harapnya lagi.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menggukapkan bahwa wisatawan selain Tiongkok masih banyak yang datang. Bahkan, di hotelnya ini terisi 95 persen wisatawan yang menginap. “Kebetulan Sanur ini adalah daerah yang terdampak, namun sedikit. Kisaran 6-7 persen. Di Ubud sekitar 3 persen. Tetapi daerah yang terdampak seperti Kuta, Seminyak dan juga Nusa Dua,” ujarnya seraya berharap terjadi peningkatan penerbangan wisatawan domestik dan juga penerbangan lainnya ke Bali.

Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Belanda, Johannes Tuyt yang kebetulan menginap di hotel ini mengaku tidak khawatir dengan isu virus corona. Karena itu adalah musibah dunia yang terjadi di China.

“Tidak ada alasan untuk takut. Kami percaya kepada pemerintah mampu mengatasi itu. Dan itu tidak akan berbahaya jika datang ke Bali. Tidak ada tempat yang lebih baik, makanya kami datang ke Bali,” ujarnya.

Baca juga :  Bawaslu Denpasar Intip Pelanggaran Baliho Paslon

Menurutnya, di Bali tidak ada masalah dengan corona. Itu hanya terjadi di China. Apalagi pemerintah Belanda tidak ada larangan pergu ke Bali, begitu juga sebaliknya Pemerintah Indonesia tidak ada yang melarang datang ke Bali.

Sementara rekannya, Rob Horbach mengaku tidak takut dengan virus ini jika datang ke Bali. Apalagi kasus ini di Indonesia nihil.

“Di sini saya rasa tidak ada corana. Di belanda sendiri tidak ada kasus ini. kendatipun ada di Inggris maupun jerman. Di Belanda sendiri sudah ada penutupan china. Jadi orang tidak akan pergi ke China jika kasus ini masih ada,” tuturnya. (019)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.