Sanjaya Harap Harga Pertanian Stabil dan Meningkat

  • Whatsapp
BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, baru-baru ini menghadiri acara panen perdana padi sertani-13, di Subak Ureg Tempek Munduk Sangkur, Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan. Foto: ist
BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, baru-baru ini menghadiri acara panen perdana padi sertani-13, di Subak Ureg Tempek Munduk Sangkur, Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan. Foto: ist

TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, baru-baru ini menghadiri acara panen perdana padi sertani-13, kerja sama Pemkab Tabanan dengan KTNA, di Subak Ureg Tempek Munduk Sangkur, Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan. Hadir pula anggota DPR RI Komisi IV, I Made Urip; Kepala BPTP Wilayah Bali, Sekda dan Asisten II Tabanan, OPD terkait, camat, serta Perbekel Desa Gubug dan para anggota KTNA.

Penanaman padi sertani-13 perdana yang dulu didampingi oleh bupati, kali ini sudah siap untuk dipanen. Panen perdana bertepatan dengan rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-50 KTNA.

Bacaan Lainnya

Dikatakan, varietas bibit yang digunakan pun bersifat unggul, yaitu jenis varietas sertani-13, yang ditanam di lahan 10 hektar. “Jika bicara soal pertanian, tidak luput dari tiga hal yang esensial, termasuk hulu, tengah, dan hilir. Yang dimaksudkan adalah terkait produksi, distribusi, dan pemasaran,” ungkap Sanjaya.

Dia pun tak meragukan hulu dan tengah. Sebab, petani Tabanan adalah petani yang tangguh. Sisi hilir atau pemasaran yang diharapkan untuk terus ditekankan dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, agar harga tidak dipermainkan oleh tengkulak. Juga mendukung pertanian Tabanan dengan membeli hasil produksi sendiri.

Baca juga :  Pleno Rekapitulasi di Kabupaten Jadi Acuan Hasil Pilkada

“Hasil produksi sangat luar biasa. Satu hektar bisa menghasilkan sampai 11,4 ton. Ini membuktikan bahwa dua kali lipat varietas ini lebih unggul daripada jenis yang lain. Saya sangat apresiasi ini. Ini bukti dari keberhasilan dari sektor pertanian, khususnya padi di Kabupaten Tabanan,” ujar orang nomor satu di Tabanan itu.

Menurutnya, perusda bekerja sama dengan beberapa kabupaten dalam membuat MoU, guna membeli hasil pertanian di seluruh kabupaten/kota di Bali. Hasil produksi komoditas unggulan seperti padi, kopi, dan coklat, akan dibuatkan tata niaga, sehingga petani tidak ada kekhawatiran dalam menjual hasil produksi.

Dia juga menekankan kepada para petani agar selalu tangguh dan terus memotivasi diri, serta berinovasi dalam membantu perkembangan di Tabanan. Hal itu sesuai dengan visi Tabanan, yaitu ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Selebihnya, dia berharap pemerintah dan para perani dapat terus membangun kepercayaan diri bahwa perkembangan pertanian ini kelak bisa diandalkan untuk jadi tulang punggung dalam menopang perekonomian. Terlebih saat sektor pariwisata di Bali sedang redup.

“Oleh sebab itu, Pemkab Tabanan mengapresiasi peran dan kinerja KTNA, yang senantiasa membina dan mendampingi para petani melalui beragam penyuluhan dan pendampingan,” pungkas Sanjaya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.