Sanjaya Dorong Alih Teknologi Perikanan dengan Sistem Bioflok

  • Whatsapp
BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, saat menebar benih ikan lele di Pokdakan Mina Darma Bakti, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Minggu (19/9/2021). Foto: ist
BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, saat menebar benih ikan lele di Pokdakan Mina Darma Bakti, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Minggu (19/9/2021). Foto: ist

TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, mendukung budidaya ikan dengan sistem bioflok di Kabupaten Tabanan, yang ditunjukkan melalui simbolis penebaran benih lele dengan sistem bioflok, di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Darma Bakti, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Minggu (19/9/2021).

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini merupakan  bantuan aspirasi melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia di Provinsi Bali. ‘’Pembangunan perikanan pada hakikatnya adalah pemanfaatan sumber daya ikan secara optimal dan berkelanjutan, dengan tetap mempertahankan kelestarian untuk kesejahteraan masyarakat, baik melalui kegiatan budidaya, penangkapan, serta pengolahan dan pemasaran hasil perikanan,’’ ujar Sanjaya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kegiatan perikanan budidaya yang melibatkan pokdakan, selama ini menunjukkan peningkatan  yang menggembirakan. Sudah banyak kelompok mandiri yang berusaha di sektor perikanan. Salah satunya adalah Pokdakan Mina Darma Bakti di Desa Riang Gede.

Sanjaya menyebutkan, untuk di Kabupaten Tabanan sampai saat ini sudah terdapat tujuh pokdakan yang mengembangkan budidaya ikan dengan sistem bioflok. Diharapkan produksi yang diperoleh  sebanyak 35 ton dalam setahun, sehingga meningkatkan produksi ikan di Tabanan, yang berimbas meningkatnya tingkat komsumsi masyarakat terhadap ikan.

Baca juga :  Karena Pengalamannya, Ini Alasan Taufik Hidayat Ogah Sang Anak Jadi Atlet

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memberikan alih teknologi terhadap pembudidaya ikan, serta meningkatkan produksi perikanan budidaya di Kabupaten Tabanan, khususnya budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. ‘’Potensi wilayah di Tabanan sangat menjanjikan, terutama alam. Perikanan bioflok ini luar biasa, sudah termasuk alih teknologi. Jadi, dalam cuaca hujan atau apapun bisa tetap dijalankan. Tidak hanya lele, tapi juga bisa udang, patin, dan nila,’’ ujar Sanjaya.

Teknologi bioorganisme sebagai bahan pakan lele yang dibiakkan dalam satu kolam, katanya, bisa menghasilkan sampai tiga kuintal. ‘’Saya bangga, di Tabanan sudah terlihat ada hasil hilirnya. Bukan hanya ikan bisa diolah, tapi keripik dan kulitnya bisa diolah. Harapan saya, apapun yang dibantukan oleh pusat, untuk Tabanan dan yang jadi tugas kita adalah hilir, yaitu agar masyarakat bisa gemar makan ikan, dan di pemasaran mendapatkan harga jual yang bagus dan kompetitif,’’ harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sanjaya juga menebarkan benih ikan lele yang diterima dalam 12 paket atau 20.000 ekor bibit secara simbolis. Dengan sistem bioflok, budidaya ikan lele yang masih relatif baru, Pemkab Tabanan mendukung agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga nilai produksi dan konsumsi ikan dapat meningkat, serta sumberdaya perikanan air tawar tetap terjaga kelestarian. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.