Pejabat Pemprov Diduga Langgar Karantina, DPRD NTB Minta Satgas Covid-19 Bersikap Tegas

  • Whatsapp
HL. Pelita Putra. Foto: rul
HL. Pelita Putra. Foto: rul

MATARAM – Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, HL Pelita Putra, mengingatkan agar aturan karantina bagi siapapun yang baru datang dari luar negeri dijalankan secara tegas. Sebab, ada pejabat Pemprov NTB yang justru tidak menjalankan kewajiban karantina tersebut.

Menurut politisi PKB itu, kepergian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ridwansyah, melawat ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 11 dan 12 Desember 2021 sangat disayangkan. Alih-alih karantina selama 10 hari, Ridwansyah justru langsung mendampingi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah; menemui Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta pada Senin (13/12/2021).

Bacaan Lainnya

“Kami minta Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB tegas. Proses karantina bagi siapa saja yang memasuki wilayah Indonesia dari luar negeri, baik itu WNI maupun WNA, wajib dilakukan. Jangan ada kompromi terhadap aturan karantina orang yang baru saja melakukan perjalanan internasional,” serunya, Kamis (16/12/2021). 

Pelita mendaku semua yang datang ke Indonesia dari luar negeri wajib melakukan karantina, berdasarkan aturan Satgas Penanganan Covid-19. Dia berpendapat kejadian pelanggaran karantina itu sebagai persoalan serius. Apalagi diketahui sejauh ini ada sejumlah kasus pelanggaran karantina yang terjadi. “Saya berharap Satgas Covid-19 melakukan pengawasan lebih maksimal, agar tidak ada lagi yang lolos dari kewajiban karantina,” lugasnya. 

Baca juga :  Pohon Tumbang Hantam Rumah Warga di Gianyar

“Intinya, kami mendesak dan minta pertanggungjawaban Satgas Penanganan Covid-19, bersama instansi terkait, untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran protokol kesehatan oleh pelaku perjalanan internasional,” sambung dia memungkasi.

Informasi kegiatan Ridwan di Jakarta disampaikan akun resmi Biro Administrasi Pimpinan Setda NTB di Instagram. Admin Biro Adpim mengunggah tiga foto, dua di antaranya menunjukkan keberadaan Ridwan bersama Gubernur Zul dan Menko Airlangga.Selain itu, di foto terakhir terlihat juga Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer. Ridwan Syah maupun Abdulbar diketahui berangkat ke Abu Dhabi akhir pekan kemarin,¸menemui Stefano Domenicali, Presiden dan CEO Formula 1.

Ridwan seharusnya melakukan karantina setelah pulang dari Abu Dhabi, sesuai adendum Surat Edaran Satgas Covid Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional. Disebutkan dalam aturan yang berlaku efektif dari 3 Desember itu, seluruh pelaku perjalanan internasional berstatus WNI maupun WNA wajib melakukan karantina 10×24 jam, disertai dengan tes ulang RT-PCR. 

Dugaan pelanggaran aturan karantina itu ditanggapi Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi. Gita mengaku akan mendalami lebih dulu persoalannya. ”Kalau dugaannya seperti itu, coba kami dalami dulu,” ucapnya bernada diplomatis, Rabu (15/12/2021).

Menurutnya, regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat seharusnya ditaati seluruh pihak. Apalagi kebijakan karantina selama 10 hari dikeluarkan untuk merespons penyebaran virus Covid-19 varian baru di sejumlah negara. Seorang ASN seharusnya menjadi contoh untuk masyarakat. ”Tetap ASN itu jadi contoh, nanti kita lihat lagi,” katanya menandaskan.

Baca juga :  Relawan Jaya Wibawa Sembahyang di Pura Agung Jagatnatha

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, menambahkan, aturan karantina diberlakukan untuk keselamatan bersama. Dia mengingatkan risiko penularan Covid-19 pada masa pandemi, terutama dengan munculnya varian baru Omicron. Untuk upaya pencegahan dan antisipasi, seluruh pelaku perjalanan dari luar negeri diharap bisa mengikuti aturan karantina.

Mengenai dugaan pelanggaran karantina yang dilakukan pejabat Pemprov NTB, Nadia menyerahkannya kepada Satgas Penanganan Covid-19 di daerah. ”Dicek lagi nanti ke satgas setempat,” sebutnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.