RUU Mikol Berpotensi Rugikan Pariwisata Bali

  • Whatsapp
I Gusti Kade Sutawa. Foto: ist
I Gusti Kade Sutawa. Foto: ist

DENPASAR – Rancangan Undang-Undang Minuman Beralkohol (RUU Mikol) yang akan dibahas di DPR-RI berpotensi merugikan destinasi pariwisata, seperti Bali. Terlepas dari adanya pengecualian, RUU Minuman Beralkohol jelas akan mengurangi daya saing Bali, di tengah upaya pemulihan yang kini tengah dilakukan pemerintah, pelaku pariwisata dan  masyarakat Bali. 

Demikian dikemukakan Ketua Aliansi Pariwisata Bali, Dr. I Gusti Kade Sutawa, di Denpasar, Kamis (12/11/2020) menanggapi RUU Minuman Beralkohol yang diunggah situs resmi DPR-RI yang dilansir sejumlah media.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak setuju dengan RUU Minuman Beralkohol tersebut, karena Bali dan sebagian Indonesia lainnya adalah daerah tujuan wisata mancanegara dimana turis asing sudah  biasa mengonsumsi alkohol. Lagian mikol kan sudah ada standarnya berapa persen alkohol yang  diperbolehkan,” ujar lulusan Program Doktor Pariwisata Unud ini.

Dia khawatir, kalau pembahasan RUU tersebut diteruskan—apalagi dengan ancaman hukuman pidana dua tahun dan denda Rp50 juta bagi yang mengkonsumsi—maka akan memengaruhi tingkat kunjungan turis mancanegara ke Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Padahal saat ini ekonomi Indonesia sangat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Kita justru berharap banyak dari sektor pariwisata, salah satunya melalui segmen turis atau wisatawan mancanegara. Dengan adanya RUU Mikol pasti  akan mempersulit upaya recovery pariwisata,” tandas Sutawa.

Baca juga :  Pecah Rekor, 5 Pasien Covid-19 di Bali Meninggal, Positif 169, Sembuh 101 Orang

Di sisi lain, dia berharap pemerintah pusat dan DPR-RI tidak memakai ‘kaca mata kuda’ dalam membahas suatu RUU yang mengatur seluruh elemen masyarakat yang beragam di Indonesia. Jangan sampai hanya untuk melayani keinginan dari kelompok tertentu, lalu kehadiran aturan seperti RUU Mikol ini mengabaikan keragaman di Tanah Air, sebab ada kelompok masyarakat lain yang memakai minimal beralkohol sebagai elemen budaya.   

Karena itu, Dr. I Gusti Kade Sutawa mendorong Gubernur Bali, anggota DPR-RI/DPD-RI dapil Bali dan jajaran DPRD Bali segera menyuarakan penolakan RUU Mikol ini ke Jakarta. “Sebagai  Ketua Aliansi Pariwisata Bali yang memiliki jaringan yang luas di Pulau Dewata, dengan tegas kami nyatakan menolak RUU Mikol. Kami seluruh komponen pariwisata Bali juga berharap Gubernur Bali, anggota DPR-RI/DPD-RI dapil Bali dan jajaran DPRD Bali serempak menolak dan menyuarakannya ke pemerintah pusat dan DPR-RI di Jakarta,” tandasnya.

Untuk diketahui, RUU Mikol mengatur sanksi pidana bagi para peminum atau orang yang mengonsumsi minuman beralkohol, berupa pidana penjara maksimal dua tahun atau denda maksimal Rp50 juta. Sanksi pidana atau denda tersebut tertuang di Pasal 20 Bab VI tentang Ketentuan Pidana RUU Mikol.

“Setiap orang yang mengonsumsi minuman beralkohol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dipidana dengan pidana penjara paling sedikit tiga bulan dan paling lama dua tahun atau denda paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp50 juta,” demikian bunyi draf beleid tersebut seperti yang diunduh dari situs DPR.

Baca juga :  Razia Prokes di Wilayah Kesiman Petilan, Tim Gabungan Jaring 13 Pelanggar

Pasal 7 Bab III mengenai larangan yang dimaksud di atas mengatur bahwa setiap orang dilarang mengonsumsi minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, minuman beralkohol tradisional dan minuman beralkohol campuran atau racikan.

Sanksi pidana dan denda bagi peminum bisa ditambah jika yang bersangkutan dinilai mengganggu ketertiban umum atau mengancam keamanan orang lain.

Sebagaimana tertuang pada Pasal 21 angka (1) Bab VI tentang Ketentuan Pidana RUU Mikol, sanksi pidana penjara bagi peminum mikol yang mengganggu ketertiban umum atau mengancam keamanan orang lain ditingkatkan menjadi maksimal lima tahun atau denda maksimal Rp100 juta. 002

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.