RSUP NTB Kemalingan 60 Unit AC, DPRD NTB Minta Dirut Fokus Perbaiki Manajemen

  • Whatsapp
Akhdiansyah. Foto: rul
Akhdiansyah. Foto: rul

MATARAM – Komisi V DPRD NTB yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan rakyat (kesra) menyayangkan hilangnya sejumlah AC atau pendingin ruangan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, pada 12 Desember 2021. Apalagi jumlahnya lumayan “fantastis”, karena sebanyak 60 unit. 

“Kehilangan 60 AC, dan katanya ada juga aki, itu enggak bisa dibiarkan begitu saja. Kasus ini sangat kami sayangkan, maka Pak Dirut RSUP harus bertanggung jawab,” tegas anggota Komisi V DPRD NTB, Akhdiansyah, Kamis (6/1/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut politisi PKB itu, sesuai informasi pihak kepolisian, AC itu hilang secara bertahap. Karena itu, dia menilai insiden itu terletak pada aspek manajemen pengawasan di RSUP NTB. Sebab, lanjut Akhdiansyah, kehilangan terjadi saat Dirut RSUP NTB fokus berada di Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, untuk mengawal ajang balapan dunia WSBK pada 2021 lalu. Makanya dia menduga ada unsur kelengahan dalam manajemen di RSUP. Apalagi tenaga sekuriti yang bertugas di rumah sakit terbesar di Provinsi NTB itu relatif cukup banyak jumlahnya. 

“Peristiwa ini enggak bisa dibiarkan, ini akan jadi bahan kami saat menggelar rapat internal Komisi dengan mitra pada Senin minggu depan. Salah satunya Dirut RSUP NTB,” seru Akhdiansyah. 

Baca juga :  Tim Bulutangkis Indonesia Coba Lapangan Utama IBF 2021

Disinggung apakah posisi Dirut RSUP NTB perlu dievaluasi gegara lalai tugas dan tanggung jawab, dia berkilah belum sampai kesimpulan seperti itu. Sebab, dia perlu mendengar langsung jawaban Dirut atas persoalan itu. Hanya, dia menuntut Dirut lebih fokus memperbaiki kerja jajarannya.

“Kami enggak sampai ke arah minta Pak Gubernur mengevaluasi kerja Pak Dirut. Yang ada kami minta Pak Dirut fokus menuntaskan kewajiban melayani kesehatan, bukan ngurus hal lain di luar kewenangannya,” tandas Akhdiansyah. 

Sebelumnya, kasus kehilangan 60 unit AC terjadi pada 12 Desember 2021 lalu. Maling beraksi di bagian timur rumah sakit dan menggasak 60 AC outdoor. Ajaibnya, tidak ada sekuriti di bagian timur rumah sakit yang melihat kejadian tersebut. Kasus tersebut baru terungkap dari rekaman CCTV yang memperlihatkan ada pria tengah mencongkel dan mengambil AC. Polisi melakukan olah TKP, memeriksa beberapa saksi, dan melihat rekaman CCTV. Total kerugian mencapai Rp100 juta.

Polisi kemudian menangkap dua pelakunya, yakni WPP (25) asal Lingkungan Bebidas, Mataram; dan AAM (21) asal Babakan, Mataram. “Kedua tersangka diamankan di rumahnya, kini menjalani pemeriksaan,” kata Kasihumas Polsek Cakranegara, Aipda Andri Prasetya, Kamis (4/1). 

Dari keterangan kedua tersangka, mereka mencuri dengan cara membuka AC yang terpasang menggunakan obeng. “Sselanjutnya (AC curian) dikumpulkan di keranjang sampah dan ditutup dengan sampah,” tandas Andri sembari menyebut kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.