Rektor Universitas Mahadewa: Guru Harus Mampu Jadi Contoh, Bukan Memberi Contoh!

  • Whatsapp
REKTOR Universitas Mahadewa, Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum. foto: gus alit

DENPASAR – Sebanyak 365 mahasiswa Universitas Mahadewa Indonesia mengikuti Pembekalan Praktek Lapangan (PPL). Dimana mahasiswa calon guru itu akan melakukan praktek mengajar, baik dengan sistem dalam jaringan (daring) maupun terjun langsung ke sekolah menengah SMP dan SMA/SMK.

Rektor Universitas Mahadewa Indonesia, Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum., yang memotivasi para mahasiswa calon wisudawan pertama Universitas Mahadewa menyampaikan, sebagai seorang guru harus menjadi contoh, dan bukan memberi contoh.

“Para mahasiswa saya harap mengikuti pembekalan ini dengan setulus hati. Karena menjadi guru yang patut digugu dan ditiru adalah karakter perilaku keseharian seorang guru yang akan menjadi panutan bagi peserta didik. Sehingga seorang guru harus mampu menjadi contoh, bukan memberi contoh,” ujarnya.

Baca juga :  Komisi IV Gali Informasi Anggaran Pendidikan di DKI

PPL di tengah pandemi ini, lanjut dia, tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. “Manusia diberikan bayu, sabda, idep agar bisa keluar dari situasi dan mengajar di situasi pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu, mahasiswa harus benar-benar mengikuti pembekalan ini,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor Suarta pun membagi tips kepada mahasiswa bahwa manusia memiliki kecerdasan. Sehingga jika satu pintu tertutup, maka pintu lainnya pasti ada yang terbuka. Jadi, kata dia, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.

“Jadi ketika rencana anda belum berjalan, jangan dirubah tujuannya. Tapi strategi yang harus dirubah sehingga tujuannya yang kita targetkan bisa tercapai. Dengan catatan lebih giat lagi berusahanya,” bebernya.

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 1 Orang Transmisi Lokal

Dikatakannya, dalam merubah strategi jangan ada kata menyerah apalagi menyerah dan mundur. Karena jika sampai terjadi itu, maka disitulah letak awal kegagalannya. “Ingat, gagal itu ada dua. Bertindak tanpa berpikir dan berpikir tanpa bertindak. Jadi berpikir dan bertindaklah, karena itu adalah kunci dasar untuk semua kesuksesan,” tandasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar