Realisasi PAD Bangli dari Pariwisata Terkumpul Rp38 Miliar

KEPALA Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Sugiarta. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Pemkab Bangli memasang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2023 yang bersumber dari sektor pariwisata semula Rp45 miliar menjadi Rp55 miliar.

Kenaikan target lantaran ada rencana kenaikan tarif retribusi yang akan mulai diberlakukan pada awal tahun 2023. Target PAD dari retribusi pariwisata dirancang naik di APBD Perubahan 2023 mencapai Rp10 miliar.

Read More

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Sugiarta, Senin (23/10/2023) mengaku optimis bisa merealisasikan target tersebut. Kata dia, di APBD Induk 2023 target PAD dari retribusi pariwisata sejatinya Rp45 miliar lebih.

Target tersebut mencakup sumber retribusi dari kawasan pariwisata Kintamani, objek wisata Penglipuran, objek wisata Kehen, objek wisata Terunyan, dan objek wisata Penulisan.

Terkait kenaikan target ini, dia menyebut akan menambah target di Penglipuran. Pertimbangannya, realisasi jauh melampaui target, dari target Rp14 miliar kini sudah mencapai Rp15 miliar lebih.

“Selama ini objek Desa Wisata Penglipuran dan Kintamani memang menjadi penyumbang tertinggi pendapatan. Hingga Minggu siang, pendapatan dari kedua objek ini sudah mencapai Rp38 miliar lebih,” ucapnya dengan nada semringah.

Sugiarta mengaku akan berusaha mengejar kekurangan pendapatan, sehingga pada akhir tahun target yang dibebankan bisa tercapai Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengoptimalkan penerimaan retribusi wisata di Kintamani, dengan melakukan penjagaan di jalur-jalur yang kerap dilalui wisatawan untuk menghindari pembayaran. Penjagaan di jalur-jalur tersebut dilakukan Satpol PP dan Dishub.

Jalur-jalur yang dijaga petugas, jelasnya, antara lain jalur Telemba dan Taksu. Dia menyebut Pemkab Bangli sebenarnya sudah menutup jalur tersebut untuk wisatawan, dengan memasang rambu larangan melintas di lokasi. Namun, masih banyak wisatawan maupun oknum sopir angkutan wisata nakal yang tetap memanfaatkan jalur ini untuk menghindari pungutan retribusi.

“Karena itu kami tempatkan petugas untuk memutar balik kalau ada wisatawan yang melintas di sana. Upaya tersebut cukup efektif mengoptimalkan penerimaan retribusi,” lugasnya menandaskan. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.