Razia Prokes, Tim Gabungan Denda 10 Pelanggar

  • Whatsapp
PELAKSANAAN razia penegakan Prokes di kawasan simpang Jalan Imam Bonjol - Jalan Gunung Soputan, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Rabu (31/3/2021). foto: ist

DENPASAR – Sedikitnya 10 pelanggar langsung didenda dan 1 orang diberikan pembinaan saat Tim Gabungan Operasi Yustisi Denpasar menggelar razia penegakkan protokol kesehatan (prokes) di Kawasan Simpang Jalan Imam Bonjol – Jalan Gunung Soputan (wilayah Desa Pemecutan Kelod), Rabu (31/3/2021).

Tim Gabungan terdiri atas unsur TNI/Polri, Dishub, Sat Pol PP, Linmas, Satgas Gotong Royong Desa Pemecutan Kelod, Razia ini untuk mengantisipasi meningkatnya potensi penyebaran kasus Covid-19 di Kota Denpasar, khususnya wilayah Desa Pemecutan Kelod.

Bacaan Lainnya

Hasilnya? Sebanyak 11 orang terjaring lantaran tidak menerapkan standar protokol kesehatan dengan benar seperti tidak menggunakan masker dengan tepat dan tidak membawa masker. Dari 11 orang itu, hanya seorang diberi pembinaan simpati, sementara sisanya 10 pelanggar langsung diganjar denda karena tidak memakai masker.

Disela-sela razia, Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga menjelaskan, razia penegakan hukum (Yustisi) terkait Pergub No. 46 Tahun 2020 dan Perwali Kota Denpasar Nomor 48 Tahun 2020 serta pendisiplinan kepada masyarakat dan pelintas di wilayah Desa Pemecutan Kaja dilaksanakan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan Era Baru.

Baca juga :  Mangku Pastika: Aspek Politik Penting untuk Muluskan RUU Provinsi Bali

Razia ini merupakan implementasi penerapan PPKM skala mikro menyasar pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan Desa Pemecutan Kelod, yang dikemas dengan melakukan pemantauan, teguran hingga sanksi denda. ”Melalui razia ini, diharapkan masyarakat semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan penindakan ini tidak semata mengenakan denda, melainkan memberikan efek jera sehingga masyarakat dapat tergugah kedisiplinannya dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pihaknya menekankan bahwa dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19 ini diperlukan kerjasama seluruh stakeholder, utamanya masyarakat. Hal ini lantaran masyarakat merupakan garda terdepan dalam pencegahan penularan Covid-19.

“Jadi masyarakatlah yang menjadi garda terdepan, dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan adalah kunci utama, tetap produktif, tapi protokol kesehatan wajib,” ujarnya.

Diakuinya, kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan saat berkendara sudah mulai meningkat. Namun demikian masih ditemukan pelanggaran dalam kegiatan yang digelar secara rutin ini.

Dewa Sayoga mengungkapkan, alasan klasik masih mendominasi pelanggaran. Hal ini diantaranya jarak tempuh yang dekat, merasa terganggu saat menggunakan masker, dan lupa membawa masker.

“Alasan pelanggaranya cenderung klasik, lupa, ribet, jarak tempuh dekat dan lain sebagainya, padahal kita ketahui bersama bahwa pandemi belum usai, jadi kita wajib menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar,” ujarnya.

Pihaknya tetap akan melaksanakan sosialisasi serta mengambil langkah preventif, persuasif dan edukatif untuk mengajak masyarakat peduli dan ikut bertanggung jawab mematuhi prokes. Selain itu, giat operasi yustisi tetap rutin dilaksanakan secara bergiliran di setiap wilayah desa/kelurahan se-Kota Denpasar. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.