Ratusan Babi Milik PT ABS Mati

  • Whatsapp
TAMPAK Beberapa ekor babi milik PT. ABS masih berada di dalam kandang, setelah ratusan ekor lainnya dilaporkan mati.
TAMPAK Beberapa ekor babi milik PT. ABS masih berada di dalam kandang, setelah ratusan ekor lainnya dilaporkan mati.

BULELENG – Ratusan ekor babi yang ada di perusahaan peternakan PT Anugerah Bersama Sukses (ABS) di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, dilaporkan mati. Ini menambah deretan kasus kematian babi di Buleleng yang kian melebar, setelah sebelumnya terjadi di Desa Bungkulan. Akibatnya, perusahaan peternakan babi terbesar di Buleleng ini mengalami kerugian sekitar puluhan juta rupiah.

Total ada sebanyak 116 ekor babi milik PT. ABS yang dilaporkam mati. Kematian ratusan ekor babi ini terjadi secara bertahap, sejak 18 Februari 2020 hingga saat ini. Rata-rata babi yang mati itu adalah induknya yang dalam kondisi bunting. Kasus kematian ratusan ekor babi kini menjadi perhatian serius terutama Dinas Pertanian (Distan) Buleleng.

Bacaan Lainnya

Pengawas PT ABS, Nyoman Suardana mengatakan, sebelum mati, babi-babi tersebut menunjukan gejala tidak mau makan, dari dalam mulut keluar busa dan darah, hingga kemudian mati. “Itu matinya cepat sekali. Pagi tidak mau makan, sorenya sudah mati. Awalnya tanggal 18 itu ada lima ekor induk babi yang mati. Kemudian merembet sampai sekarang jumlah yang mati sekitar ratusan ekor,” kata Suardana.

Camat Kubutambahan, Made Suyasa mengaku, sudah menerima informasi tentang matinya ratusan ekor babi di wilayahnya. Suyasa mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan Distan Buleleng agar kasus ini tidak menyebar ke peternakan lain.

Baca juga :  Penyebab Kematian Babi di Desa Dausa Tunggu Hasil Lab

Sementara Kepala Distan Buleleng, Made Sumiarta menjelaskan, kasus kematian ratusan ekor babi milik PT ABS sudah langsung ditindaklanjuti. Saat ini, penyebab kematian babi-babi itu terbilang masih misterius dan sangat banyak jika dibandingkan dengan yang terjadi di desa Bungkulan. Sumiarta mengaku belum menerima hasil Lab dari Balai Besar Veteriner Denpasar. Untuk pengambilan sampel darah babi di Desa Bungkulan telah dilakukan sejak dua minggu yang lalu. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.