POSMERDEKA.COM, LOTIM – Anggota Fraksi PDIP DPR RI, Rachmat Hidayat, kembali menyalurkan bantuan kursi roda elektrik untuk pensiunan abdi negara yang tinggal di Lombok Timur (Lotim).
Rachmat menyambangi Dusun Mekar Baru di Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Lombok Timur untuk membesuk Budi Cahyono, pensiunan auditor Inspektorat Kota Mataram yang tidak bisa berjalan lagi. “Bantuan kursi roda ini murni aksi kemanusiaan, tidak ada kaitan sama sekali dengan politik,” klaim Rachmat, Senin (3/4/2023).
Begitu mendengar kabar kondisi Cahyono, dia segera menghubungi Kementerian Sosial dan minta dikirim kursi roda elektrik sebagai bagian program aspirasinya. Tak lama kursi roda tiba di Lotim.
Kerabat Cahyono menyongsong kedatangan Ketua DPD PDIP NTB itu dengan suka cita. Di antara keluarga yang menyambut ada Murjoko dan Prof. Yusuf Akhyar Sutaryono, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Ada pula istri Cahyono, Sri Ningsun, beserta anak-anaknya.
Cahyono merupakan ASN dari kaum difabel, yang menderita polio sejak usia dua tahun, sehingga kaki kirinya tidak bisa berjalan. Sebagai pegawai negeri selama 34 tahun, dia menggunakan tongkat.
Dengan gembira, Cahyono turut menyambut kedatangan Rachmat di teras rumahnya. Keduanya larut dalam obrolan hangat tentang kenangan masa lalu. Rachmat menyilakan tim Sentra Paramita Mataram, unit kerja milik Kementerian Sosial di NTB, membawa masuk kursi rodanya.
Kustadi, perwakilan Tim Sentra Paramita Mataram, kemudian menjelaskan cara mengoperasikan kursi roda elektrik. Tubuh Cahyono diangkat dan didudukkan di atas kursi roda seharga Rp27 juta tersebut.
Mempraktikkan pengoperasiannya, hanya butuh sebentar bagi Cahyono mengakrabi berbagai fitur canggih yang memudahkan penggunanya itu. Cahyono pun kini leluasa keluar-masuk rumah hingga ke kamar, tanpa harus dibantu orang lain.
Mendapat bantuan kursi roda elektrik, Cahyono mengaku begitu bersyukur. Kursi roda elektrik itu akan mengantarnya menunaikan ibadah salat berjamaah lima waktu, salat Jumat, dan juga salat tarawih selama bulan Ramadhan di masjid yang berjarak 300 meter dari rumahnya.
Mewakili keluarga, Yusuf Akhyar Sutaryono menyampaikan terima kasih dan memberi apresiasi atas perhatian Rachmat kepada Cahyono selaku saudara sepupunya. Dia merasa terharu karena Rachmat tidak pernah lupa kepada dia dan keluarganya. “Kursi roda elektrik ini akan sangat membantu sekali bagi saudara kami,” pujinya.
Prof Oyon, begitu dia karib disapa, mengungkapkan Cahyono adalah penyandang difabel yang sangat mandiri. Sewaktu masih kanak-kanak, dengan kondisi fisik yang terbatas, Cahyono pun tetap bisa ikut bermain bola bersama teman-teman sebaya mereka. Posisinya sebagai penjaga gawang.
“Doa kami dan seluruh keluarga agar Allah memberi balasan terbaik untuk seluruh perhatian dan bantuan yang telah diberikan Pak Rachmat kepada kami, dan seluruh masyarakat NTB,” tandasnya. rul























