Putri Koster Ingatkan Peran Ibu Sangat Penting

  • Whatsapp
MANGGALA Utama Paiketan Krama Istri (Pakis) Bali, Putri Suastini Koster. Foto: ist
MANGGALA Utama Paiketan Krama Istri (Pakis) Bali, Putri Suastini Koster. Foto: ist

DENPASAR – Sebagai guru pertama bagi generasi baru, peran seorang ibu sangatlah penting. Karena fase pertama terjadi pembuahan di ruang rahim akan sangat berpengaruh kepada watak dan karakter anak yang akan lahir, hingga tiga tahun pertama yang akan menentukan kehidupan selanjutnya. 

Penegasan itu disampaikan Manggala Utama Paiketan Krama Istri (Pakis) Bali, Putri Suastini Koster saat memberikan pembekalan  Pakis Bali di Ruang Rapat Jaya Sabha, Jumat (13/11/2020). Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster mengajak perempuan Bali turut menjadi agen sosialisasi pemahaman tugas dan kewajiban sebagai warga atau krama pada satu wilayah dalam mebraya, yakni turun bermasyarakat saling merekat antara satu dengan yang lain.  

Bacaan Lainnya

Putri Koster yang juga Ketua TP PKK Provinsi Bali sangat mendukung keberadaan Pakis Bali sebagai lembaga ex officio dari istri Bendesa Majelis Desa Adat. Kata dia, lembaga ini sebagai fungsi untuk mendukung tugas-tugas MDA sebagai lembaga adat yang memiliki payung hukum yakni Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019. 

“Pada lembaga ini, terdapat hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga Bali terkait dengan NKRI, dan Bali merupakan frame dari ke-Bhineka Tunggal Ika-an. Jika ada kekuatan yang ingin merusak tatanan kenusantaraan, kita dapat menepis dengan memperkuat adat, karena dengan melalui kelembagaan dan desa adat kita dapat tumbuhkan kesadaran bahwa kita tumbuh di atas tapal batas perjuangan, sehingga harus mandiri dalam sumber daya manusia sekaligus guyub (bergotong royong) dalam memberantas radikalisme yang ingin memecah belah kesatuan dan persatuan,” bebernya.

Baca juga :  Seri Triathlon Pro di Bali 3 April 2020

Selanjutnya langkah awal sebagai lembaga yang baru dilantik, seniman multi talenta ini mengajak agar semua komponen dan perangkat yang masuk sebagai Pakis untuk disiplin dalam berorganisasi, namun harus ramping, sehingga mampu berjalan bersama-sama dengan program pemerintah yang sedang dilakukan. 

Untuk dapat menguasai dan melaksanakan sosialisasi pada tahun pertama terkait bagaimana tugas dan kinerja yang melekat pada lembaga ini, istri Gubernur Bali Wayan Koster ini bersama jajarannya akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu, sehingga nantinya akan masuk dan diterima di tengah masyarakat luas.

“Desa adat sebagai kesatuan masyarakat hukum adat berdasarkan filosofi Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi, dengan dijiwai ajaran agama Hindu dan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang hidup di Bali, sangat besar peranannya dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara sehingga perlu diayomi, dilindungi, dibina, dikembangkan, dan diberdayakan guna mewujudkan kehidupan Krama Bali yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” jelasnya.

Putri Koster juga mengajak seluruh wanita yang tergabung ke dalam Pakis agar menjadi media berkembangnya generasi di tengah keluarga dan lingkungan desanya menjadi wanita dan generasi tangguh.

Dalam Pembekalan Pakis Bali ini, juga menghadirkan tiga narasumber, yaitu Penyarikan Agung MUDP Ketut Sumarta, Petajuh Bendesa Agung Bidang Kelembagaan PMA Made Wena, dan Sekretaris PMA Dewa Made Ardhana. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.