Pura Petilasan Cempaka Majapahit, Tempat Mohon Solusi Aneka Persoalan Hidup

  • Whatsapp
PURA Petilasan Cempaka Majapahit di Beresela, Payangan. Foto: ist

GIANYAR – Pura Petilasan Cempaka Majapahit di Banjar/Desa Beresela, Payangan selalu ramai didatangi umat untuk sembahyang, terutama saat rerahinan. Apalagi diyakini sesuhunan yang berstana di pura tersebut sangat pemurah memberi berkah. Pamedek yang tangkil ke pura yang piodalannya tiba pada Anggarkasih Medangsia ini, banyak yang sukses dalam usaha, jabatan dan sembuh dari penyakit.

Anggota DPRD Gianyar, I Gusti Ngurah Agus Supriadi, Selasa (4/1/2022) berujar, beberapa tahun lalu tidak banyak yang tahu keberadaan pura ini. Sebab, pelinggih yang ada di sana hanya berupa asagan (tempat menaruh sesajen terbuat dari bambu).

Bacaan Lainnya

Lokasi pura terletak di tengah hutan kecil, yang juga dikenal sangat angker. Dulu warga sangat takut ke lokasi itu, terutama ketika malam hari, karena kerap terdengar adanya suara-suara menyeramkan.

“Tempat ini dari dulu disucikan warga, ada pohon cempaka ajaib. Karena sejak puluhan tahun besarnya tetap, tidak membesar. Di bawah pohon cempaka itu dibuatkan asagan,” ujarnya.

Karena di tempat itu lapang, kata Supriadi, dia bersama perguruan tenaga dalam Bambu Kuning menggelar kegiatan di sana. Alasannya, karena waktu itu tidak punya tempat latihan pernapasan. Pendopo, kamar mandi dan dapur juga dibangun di sana. Saat itu pura sudah tertata dengan baik.

Baca juga :  Gubernur Minta Pecalang Tak Hambat 500 Warga Rusia ke Bandara

“Puranya dibangun dengan style (gaya) Majapahit, tapi karena di Bali, maka ada unsur-unsur ornamen Bali juga. Menurut kepercayaan orang tua, dulu tempat ini lokasi Patih Gajah Mada meminta pawisik untuk strategi perang,” tuturnya.

Setelah pelinggih berdiri, pada tahun 2019 lalu ada seorang sulinggih dari Jembrana datang. Katanya dia mendapat pawisik Patih Gajah Mada berstana di sana. Atas keyakinan itu, kata Supriadi, sulinggih itu lantas menyumbang biaya untuk menyucikan pura tersebut lewat upacara mendem pedagingan, mecaru dan rsi gana.

Biayanya terbilang besar, dan Supriadi bersama teman-teman juga ikut menyumbang. Setelah pembangunan dan upacara penyucian, sambungnya, banyak umat dari seluruh Bali datang bersembahyang. Sebagian besar mengaku tahu pura ini melalui pawisik. Kedatangannya ada yang minta rezeki, jabatan dan kesembuhan.

“Menurut kepercayaan orang, sudah hampir 500 tahun pelinggih di sini tidak diperbaiki, mungkin karena runtuhnya Majapahit atau bagaimana. Dulu masyarakat sangat takut ke sana, sekarang hampir setiap hari ada yang ke sana,” terangnya.

Ada umat tangkil minta jabatan, salah satunya saat pemilihan perbekel. Setelah mohon di sana, meski lawannya sangat kuat, dia mendapat “keajaiban” yakni menang hanya dengan selisih satu suara.

Supriadi pun mengakui sempat mohon agar menang di Pileg, dan terbukti dia sampai menjabat dua periode sebagai legislator. Selain itu, kata Supriadi, ada juga yang datang dalam kondisi bangkrut. “Ada yang bisnisnya bangkrut, sekarang sampai tak bisa meladeni permintaan,” ucapnya.

Baca juga :  PTM 2 Jam Dinilai Kurang Efektif

Begitu pula ada warga Bangli yang harus operasi ginjal, karena tak punya uang, akhirnya memilih memohon kepada sesuhunan di pura itu. “Sekarang sudah sembuh,” tandasnya seizin prajuru Pura Petilasan Cempaka Majapahit. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.