Puluhan Pegawai PUPR Karangasem Dites Urine, Ini Hasilnya!

  • Whatsapp
PLT. Kepala BNNK Karangasem, Kompol AA Gede Mudita. foto: nad

KARANGASEM – Upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan OPD Karangasem dilancarkan BNNK Karangasem. Yang disasar, Jumat (4/6/2021) yakni Dinas PUPR dengan puluhan pegawai wajib menjalani tes urine.

Plt. Kepala BNNK Karangasem, Kompol AA Gede Mudita, mengatakan, instansinya menjalankan tes urine itu serangkaian Hari Anti-Narkotika Nasional. “Kami laksanakan tes urine di sini untuk deteksi dini penyalahgunaan narkotika di instansi PUPR. Tidak semua pegawai kami tes, kami ambil sampel hanya 40 orang saja,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Hasil tes tersebut, kata dia, sementara belum semuanya keluar. Hanya, dia berkata kurang lebih 75 persen hasilnya negatif. Misalnya ada yang hasilnya positif, terangnya, tidak akan langsung ditindak. BNNK akan menanyakan dulu ke yang bersangkutan, karena alat yang dipakai memiliki tujuh parameter dengan masing-masing ada penjelasannya.

“Seandainya dari hasil tes itu kedapatan habis minum obat, mungkin malamnya atau kemarin atau dua harinya, itu masih bisa terbaca di indikator. Itu kami tanyakan. Jika ada indikasi pemakaian narkotika, itu kami serahkan kepada atasannya dulu untuk pembinaan,” sambung Mudita.

Sejauh ini, sambungnya, sudah ada yang melapor mengonsumsi obat. Laporan itu disikapi petugas BNNK dengan melihat apakah benar orangnya minum obat. Rencananya BNNK akan melanjutkan tes urine ini dengan menyasar OPD lainnya, bergantung situasi dan kondisi di masing-masing kantor. Yang jelas tes urine dilakukan secara acak.

Baca juga :  Kesadaran Memilah Sampah di Klungkung Menurun

“Kegiatan tes urine ini bukan kami mencari-cari kesalahan OPD, tidak. Ini hanya untuk deteksi dini bagaimana pegawai yang ada di kantor OPD tersebut apakah penyalahguna narkotika atau tidak,” pungkasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.