PTM Terbatas PAUD dan TK Terapkan Prokes Ketat

  • Whatsapp
PELAKSANAAN PTM Terbatas di PAUD SPNF SKB Kota Denpasar menerapkan prokes ketat. Foto: ist
PELAKSANAAN PTM Terbatas di PAUD SPNF SKB Kota Denpasar menerapkan prokes ketat. Foto: ist

DENPASAR – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kota Denpasar tak hanya digelar bagi satuan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat saja, melainkan juga pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK). Penerapan protokol kesehatan diperketat guna mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar secara berkesinambungan melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) ke satuan PAUD dan TK yang sudah melaksanakan PTM Terbatas. Disdikpora Kota Denpasar mencatat, sebanyak 166 satuan dari 292 satuan PAUD dan TK di Kota Denpasar sudah melaksanakan PTM Terbatas.

Bacaan Lainnya

‘’Astungkara, dari hasil monev yang kita lakukan, pihak sekolah sudah melaksanakan. Kondisi sarana dan prasarananya sesuai arahan dengan aturan pengaturan jarak, jumlah tempat, waktu yang dibatasi itu sudah diikuti,’’ ujar Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Ni Made Sugiantini, Rabu (20/10/2021).

Sugiantini menekankan tentang kepatuhan terhadap prokes setiap turun ke sekolah melakukan monitoring pelaksanaan PTM Terbatas. Ia melanjutkan, PTM Terbatas di PAUD dapat dilakukan dengan menjaga agar kapasitas kelas hanya diisi oleh lima anak. PTM Terbatas tingkat PAUD dan TK hanya digelar satu sif. ‘’Dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas,’’ tambah Sugiantini.

Baca juga :  Pembangunan Kantor MDA, Ketua DPRD Klungkung Saksikan Peletakan Batu Pertama

Dari hasil monev, kata dia, secara umum tidak banyak ditemukan kendala karena sudah dilakukan pertemuan beberapa kali dengan satuan dan orangtua dalam rangka memberikan pemahaman tentang hal-hal yang harus disiapkan dan diperhatikan dalam rangka melakukan PTM Terbatas.

‘’Hanya ada beberapa catatan khusus dari hasil monev lapangan di antaranya, kesiapan psikis anak terkait kebiasaan baru di satuan, orang tua yang harus menunggu anak yang belum bisa ditinggal, pengaturan jadwal belajar dan scan barcode Jagabaya yang masih belum optimal. Karenanya saat kita turun ke lapangan sekaligus memberikan solusi terkait hal-hal yang menjadi catatan khusus tersebut,’’ tuturnya.

Sugiantini mengakui menggelar PTM Terbatas di masa pandemi Covid-19 tidaklah mudah. Kunci utamanya adalah penerapan prokes yang ketat untuk seluruh warga sekolah. ‘’Kontroling Satgas tingkat sekolah harus dijalankan. Mulai dari anak datang sampai keluar dari sekolah harus dilihat kedisiplinan prokes untuk semuanya,’’ ujar Sugiantini mengingatkan.

Menurut Sugiantini, anak adalah aset masa depan bangsa yang harus dijaga sejak dini. Salah satunya dengan melindungi mereka dari bahaya Covid-19. ‘’Kami berharap satuan PAUD yang telah diizinkan melaksanakan PTM Terbatas, menerapkan prokes ketat untuk semua warga sekolah,’’ harapnya.

Di kesempatan terpisah, Plt. Kepala SPNF SKB Kota Denpasar, I Ketut Suarjana, menambahkan, pihaknya sudah mempersiapkan mekanisme PTM Terbatas secara matang bersama stakeholder sekolah, termasuk orangtua siswa. Dipastikannya, PTM Terbatas ini hanya digelar satu hari dalam sepekan. Selebihnya, pembelajaran masih digelar secara dalam jaringan (daring).

Baca juga :  Menristek: Indonesia Harus Jadi Produsen Obat

‘’Setiap harinya PTM dibatasi hanya diikuti lima siswa per kelas. Sebelum masuk ke area sekolah harus dicek suhu, kemudian wajib mencuci tangan dampingi oleh guru. Siswa belajar di kelas hanya dibatasi selama dua jam saja,’’ jelasnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.