Positif Covid-19, Tujuh Tahanan Kejari Jembrana Isolasi di Hotel

  • Whatsapp
KAPOLRES Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, bersama Kajari Negara, Triono Rahyudi, melaksanakan pengecekan kelokasi isolasi tahanan di hotel kawasan Desa Baluk, Negara, Jembrana. Foto: ist

JEMBRANA – Tujuh orang tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terdiri dari lima orang tahanan dalam kasus pidana umum dan dua orang pidana khusus. Ketujuh tahanan tersebut kini diisolasi terpusat di salah satu hotel di kawasan Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Kasi Pidana Umum Kejari Jembrana, Delfi Trimariono, Kamis (13/1/2022) mengatakan, ketujuh tahanan kejaksaan diisolasi sesuai protap Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana. Ketujuhnya akan diisolasi sesuai dengan penanganan kasus Covid-19 yakni sekitar 10 hari. “Tahanan itu diketahui terkonfirmasi positif dalam pelimpahan pada 7 Januari 2022 lalu. Kami isolasi terpusat di hotel,” katanya.

Bacaan Lainnya

Delfi menerangkan, tahanan tersebut diketahui positif Covid-19 saat pelimpahan perkara ke pengadilan, sehingga tahanan itu sudah menjadi tahanan hakim.

Dia menjelaskan, dalam melimpahkan perkara ke pengadilan, tentunya harus menggeser tahanan dari Polsek ke Rutan, atau menerima tahanan A3 atau tahanan dari pihak Pengadilan Negeri. Saat dipindah, maka syaratnya wajib tes rapid untuk mengecek Covid-19.

“Nah, dari tiga tahanan yang dilimpahkan itulah satu terkonfirmasi. Akhirnya, kami PCR dan hasilnya juga positif. Sedangkan yang dua, negatif. Kemudian kami langsung berkoordinasi dengan Satgas Covid dan ditempatkan di hotel, tempat isoter yang telah ditunjuk,” tuturnya.

Baca juga :  Kasus Baru Positif Covid-19 Hasil Pelacakan Secara Masif

Setelah satu tahanan terkonfirmasi positif Covid-19, dua tahanan lainnya juga menjalani tes rapid dan hasilnya negatif. Namun sesuai petunjuk Satgas harus dilakukan swab PCR lima hari setelah kasus awal atau 7 Januari 2022. Oleh karena itu, pada tanggal 12 Januari, dua tahanan kemudian dites PCR dan hasilnya positif Covid-19.

“Pada tanggal 11 Januari kami juga ada empat tahanan yang setelah dilimpahkan juga positif Covid-19. Sehingga empat tahanan itu langsung diisolasi bersamaan dengan dua tahanan yang kemarin juga terkonfirmasi,” ujar Delfi.

Dengan demikian, total ada tujuh tahanan Kejari Jembrana yang positif Covid-19. “Lima kasus pidana umum dan dua kasus pidana khusus (Tipikor),” tegasnya sembari mengatakan, untuk kasus tahanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini tetap dilanjutkan.

Terkait penjagaan para tahanan selama menjalani isolasi, Delfi mengungkapkan, penjagaan selain dari kejari juga melibatkan pihak kepolisian, bhabinsa, dan juga dari Brimob. “Sudah ada lima orang yang jaga. Dan juga dari kami (kejaksaan) ada dua anggota,” ujarnya.

Guna memastikan tempat isolasi tahanan tersebut aman, Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, bersama Kajari Jembrana, Triono Rahyudi, Rabu malam melaksanakan pengecekan ke lokasi isolasi tahanan itu.

Di hotel tersebut, total terdapat 11 orang yang melaksanakan isolasi. Selain 7 orang tahanan Kejari Jembrana, ada juga 2 personel Polri dan 2 orang masyarakat umum.

Baca juga :  Lidartawan: Lombakan Pelayanan Kearsipan

“Selama pemantauan dan pengecekan sudah berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai prosedur. Kedepannya akan terus dipantau dan dilakukan pengamanan oleh anggota Polri, dengan tujuan SOP dalam kegiatan isolasi dapat diterapkan dengan disiplin,” kata AKBP Dewa Juliana.

Dalam kegiatan pengecekan tersebut, Kapolres yang didampingi Kapolsek Negara, Kompol Gusti Made Sudarma Putra, juga memberikan arahan kepada anggota Polri yang melaksanakan jaga agar tetap waspada dan melengkapi diri dengan senjata api serta tahanan harus dalam keadaan terborgol. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.