Polsek Ubud Ringkus Maling Gamelan

  • Whatsapp
PELAKU pencuri gamelan beserta barang bukti berhasil diamankan Jajaran Polsek Ubud. Foto: ist
PELAKU pencuri gamelan beserta barang bukti berhasil diamankan Jajaran Polsek Ubud. Foto: ist

GIANYAR  – Jajaran Polsek Ubud, Sabtu (11/12/2021) petang menangkap I Gusti Ngurah Rai Widana (25) yang diduga sebagai pencuri gamelan di Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Ubud. Widana diringkus di rumahnya di Jalan Sriwedari No. 68, Lingkungan Taman Kelod, Ubud.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jumat (10/12/2021) malam, pencurian baru diketahui ketika Sekaa Gong Semara Kusa Lawa Banjar Ambengan akan mengambil alat-alat gong untuk latihan megambel. Ternyata, alat-alat gong berupa 29 cengceng dan sebuah kempur tidak ada di tempatnya semula. Salah seorang pemuda Banjar Ambengan, Ida Bagus Bimantara; menghubungi ayahnya, Ida Bagus Erawantara, selaku Kelihan Banjar Ambengan. Hilangnya alat-alat gong tersebut mengakibatkan Sekaa Gong Semara Kusa Lawa mengalami kerugian ditaksir Rp34 juta.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama, Minggu (12/12/2021) membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Berdasarkan laporan tersebut, Unit Opsnal dipimpin Kanitreskrim melakukan penyelidikan. Setelah mendapat ciri-ciri pelaku, polisi menyelidiki tempat tinggal pelaku dan menangkapnya. Dari keterangan tersangka Widana, dia mengakui mencuri di dua tempat. Pertama, di Balai Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud dengan hasil 17 cengcengdan sebuah kempur. Kedua, di SMA Negeri 1 Ubud dengan hasil 12 buah reong dan sebuah trompong.

“Dari keterangan tersangka, alat gong yang dicuri sudah dijual kepada I Nyoman Agus Suta Pandita di Banjar Tihingan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung,” jelas Kapolsek.

Baca juga :  DPRD Karangasem Sahkan Ranperda APBD 2022

Membuktikan keterangan itu, Tim Buser kemudian mendatangi Nyoman Agus Suta Pandita di Klungkung. Agus mengakui pernah membeli gong kepada pelaku sebanyak lima kali. Polisi menyita barang bukti dan membawa Agus ke Polsek Ubud guna proses lebih lanjut. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.