Polsek Selbar Ringkus Pelaku Curat di Enam Pura

  • Whatsapp
KAPOLSEK Selbar AKP I Gusti Lanang Jelantik saat merilis kasus curat, berikut tersangka dan sejumlah barang bukti terkait, Senin (12/10/2020). foto: gap

TABANAN – Jajaran Unit Reskrim Polsek Selemadeg Barat (Selbar) meringkus seorang pria pengangguran, Komang Suarjana (20) alias Sempol.

Kapolsek Selbar AKP I Gusti Lanang Jelantik, Senin (12/10/2020), menerangkan, tersangka diduga melakukan aksi pencurian dengan pemberatan (curat) hingga sebelas kali di enam pura di wilayah hukum Polsek Selbar.

Bacaan Lainnya

Tersangka ditangkap di rumahnya, Banjar Dinas Gerogak. Desa/Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng. “Saat penangkapan tanpa perlawanan, dan kami juga menyita sejumlah barang bukti terkait,” ujar AKP Jelantik.

Sebelumnya, berdasarkan laporan masyarakat, telah terjadi kehilangan sebuah amplifier merk TOA model ZA – 1025 warna hitam, di Pura Puseh, Desa Adat Banjar Dinas Nyuh Gading, Desa Mundeh, Selbar. Peristiwa itu
diketahui pada Selasa, 31 Maret 2020, dan kemudian dilaporkan salah satu pengempon pura, I Wayan Sudiarsana (50), ke Polsek Selbar, 6 Oktober 2020.

“Berdasarkan laporan tersebut, kemudian kami perintahkan Kanitreskrim Ipda Komang Agastya untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, kami mendapatkan informasi, ciri-ciri, dan identitas pelaku, dan selanjutnya tim bergerak ke Gerogak, Buleleng, untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku,” ujar Jelantik.

Saat ditangkap, terduga pelaku tidak melakukan perlawanan. Saat timmelakukan penggeledahan di rumah Sempol, didapatkan barang bukti berupa sebuah amplifier merk TOA, sesuai dengan laporan kejadian sebelumnya.

Baca juga :  Putri Koster : Minimalkan Klaster Keluarga dengan VDJ

Berdasarkan hasil pengembangan, Sempol mengaku telah melakukan 11 kali pencurian di wilayah Selbar, di enam TKP. “Sasaran tersangka dalam aksi curat adalah di enam pura (TKP). Satu TKP ada yang dua, tiga, hingga empat kali. Sejauh ini tersangka beraksi seorang diri,” ujar Kapolsek.

Enam pura tersebut yakni Pura Puseh Desa Adat Nyuh Gading, Banjar Dinas Nyuh Gading, Desa Mundeh. Berikutnya di Pura Luhur Puseh Ibu, Banjar Auman Dajan Sema, Desa Mundeh. Pura Puseh Bangal di Banjar/Desa Mundeh jadi sasaran pencurian hingga empat kali.

Kemudian, Pura Dalem Pengedan di Banjar Pengedan, Desa Mundeh; Pura Puseh Pengedan di Banjar Pengedan; dan di Pura Puseh Penataran, Banjar Dinas Penataran, Desa Mundeh Kauh, Selbar.

“Total kerugian dari semua TKP yang diakui tersangka, yakni sekitar Rp5 juta lebih. Modus operandi, tersangka memanfaatkan situasi sepi di desa, sehingga leluasa masuk ke pura-pura yang jadi sasaran aksinya,” ujar Kapolsek Selbar seraya menyebut dalam kasus tersebut tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Sementara itu, Sempol mengaku terpaksa mencuri karena desakan kebutuhan ekonomi untuk menghidupi istri dan anaknya. “Saya sungguh-sungguh menyesal,” ujarnya.

Di pihak lain, Perbekel Desa Mundeh, I Nyoman Sukayasa, menyampaikan terima kasih kepada Polsek Selbar,yang telah berhasil mengungkap kasus pencurian di sejumlah pura di desanya.

Baca juga :  Bali Jangan Bergantung Pasar China, Ekonomi Berbasis Desa Lebih Kuat

“Kasus pencurian yang terjadi di pura-pura yang ada di desa kami selama ini sempat meresahkan. Untuk itu kami berterima kasih kepada jajaran Polsek Selbar yang telah berhasil mengungkap kasus tersebut, sekaligus menangkap tersangka,” ujar Sukayasa.

Ucapan terima kasih sang perbekel tersebut pun diamini sejumlah tokohada yang ikut hadir ke Polsek Selbar. Antara lain Bendesa Adat Bangal I Made Cidra, Bendesa Adat Nyuh Gading I Wayan Sudi Arsana, dan Bale Kriya Pura Puseh Ibu Desa Adat Auman, I Made Sukarya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.