Polsek Blahbatuh Ringkus Dua Maling Motor

JAJARAN Polsek Blahbatuh mengamankan dua pelaku curanmor. Foto: ist

GIANYAR – Dua maling motor diringkus Unit Reskrim Polsek Blahbatuh, Senin (14/3/2022). Kedua pelaku, TIK (26) dan KSN (31), sama-sama berasal dari Jawa Timur. Mereka melarikan motor Honda Vario di Banjar Ketandan, Sabtu (12/3/2022) sekira pukul 20.30 Wita.

Kapolsek Blahbatuh, Kompol I Ketut Suharto Giri, Selasa (15/3/2022) mengatakan, korban dalam kasus ini yakni Ketut Sudama (52). Korban awalnya memarkir motor Vario hitam DK 4271 DI miliknya di depan rumah salah satu keluarga di Banjar Ketandan, Desa Buruan.

Bacaan Lainnya

Sekitar pukul 23.00 Wita dia melihat sepeda motornya tidak ada di tempat semula. Sempat mencari dan menanyakan sekeliling TKP tidak ada yang tahu, korban kemudian melaporkan kehilangan motor itu ke Polsek Blahbatuh.

Unit Reskrim Polsek Blahbatuh dipimpin Kanit AKP I Made Gede Sudarta dan Panit I, Iptu Ngakan Ketut Erawan, bergerak menyelidiki. Berbekal dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, penyelidikan pun membuahkan hasil.

Yang pertama diringkus adalah TIK yang sedang mengendarai sepeda motor hasil curian. Petugas merasa curiga karena pelat nomor kendaraan bagian depan tidak ada.

Polisi kemudian memeriksa TIK dan mengecek surat-surat kendaraan, yang terang saja tidak dapat ditunjukkan pelaku. “Dari dalam tas pinggang warna hitam yang dibawa, petugas menemukan kunci leter T,” terang Kapolsek.

Baca juga :  Menlu Minta Masyarakat Indonesia Waspada Kemunculan Gelombang Baru Covid-19

Saat diinterogasi, TIK mengakui mencuri motor itu bersama KSN. KSN kemudian ditangkap di tempat kosnya di daerah Semabaung, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh.

Kapolsek memaparkan, setelah mendapat sepeda motor curian, kedua pelaku mengganti pelat nomor kendaraan. Satu pelat nomor asli dibuang ke semak-semak di areal parkir Taman Makam Pahlawan Kertha Kertya Mandala Gianyar, dan satu lagi dibawa TIK.

Kedua tersangka dijerat pasal 363 ayat (1) ke-4e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.