DPRD NTB Desak IKM Minyak Jelengan Dihidupkan Lagi

ANGGOTA Komisi II DPRD NTB, Akhdiansyah. Foto: rul

MATARAM – Keberadaan IKM lokal yang menghasilkan produk minyak curah lokal atau minyak jelengan yang sempat diberdayakan pada program Jaring Pengaman Sosial (JPS) NTB Gemilang beberapa waktu lalu, diminta diaktifkan kembali. Hal tersebut dinilai dapat memberi solusi terkait kelangkaan pasokan dan mahalnya harga minyak goreng kemasan di pasaran saat ini.

Anggota Komisi II DPRD NTB, Akhdiansyah, Senin (14/3/2022) mengatakan, keberadaan IKM pembuat minyak goreng tradisional dari buah kelapa sangat perlu diberdayakan kembali.

Bacaan Lainnya

Para pembuat minyak jelengan, ucapnya, yang tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Lombok. Di antaranya di Dusun Sentul, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, KLU; dan di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Mereka umumnya siap memproduksi lagi hasil olahan mereka, tapi umumnya mereka terkendala permodalan.

“Di sini tugas Pemprov NTB melalui OPD terkait untuk memfasilitasi keberadaan mereka. Saya yakin jika mereka disentuh adanya akses modal, kebutuhan masyarakat akan minyak goreng akan bisa terpenuhi,” urai politisi PKB itu.

Dari informasi yang diperoleh setelah tidak ada program JPS yang diluncurkan Pemprov saat awal pandemi Covid-19 pada medio 2020 lalu, para IKM penghasil minyak jelengan mulai mengurangi produksi mereka.

Baca juga :  Karena Alasan Ini, Ramai Rumakiek Tidak Penuhi Panggilan Timnas U-23

Masalahnya, umumnya masyarakat masih menghendaki adanya minyak kemasan dari pabrik di pasaran. Tidak berlanjutnya upaya pembinaan oleh OPD terkait itu membuatnya miris. “Jangan selesai program, lantas mereka dilepas seperti saat ini,” sesalnya.

Dalam kajian Pansus Ranperda Perlindungan Produk Lokal yang kini tengah masuk tahap finalisasi pasal, sambungnya, akan difokuskan untuk melindungi keberadaan produk lokal. Salah satunya IKM minyak Jelengan yang berada di wilayah NTB.

Dia berharap semua produk lokal, dari mulai hulu hingga hilir, harus fokus menjadi perhatian dan pembinaan Pemprov NTB. Minimal kesinambungan usaha dengan menjadikan NTB Mall sebagian stasiun besar produk lokal, dengan di dalamnya berisi e-katalog, produk lokal NTB.

“Ini akan bisa menjadi jembatan kepastian pasar seluruh produk lokal UMKM dan IKM NTB bisa terserap oleh pasar secara keseluruhan,” lugasnya menandaskan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.