Polsek Bangli Gencarkan Sosialisasi PMK

BHABINKAMTIBMAS Kelurahan Kawan, Aipda Putu Eka Kristina, mengunjungi peternak di Banjar Tegalalang, Kelurahan Kawan, Bangli, guna mensosialisasikan pencegahan PMK, Kamis (21/7/2022). Foto: ist

BANGLI – Mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK), Polsek Bangli terus menggencarkan sosialisasi ke peternak melalui bhabinkamtibmas. Mereka diminta terus turun ke petani menjelaskan perihal PMK dan cara mencegah penularannya.

Seperti dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Kayubihi, Bripka I Gede Artawan; dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kawan, Aipda Putu Eka Kristina, Kamis (21/7/2022).

Read More

Artawan menyambangi kandang Simantri Abdi Rahayu 416 di Banjar Pucangan, sedangkan Eka Kristina mengunjungi kandang milik warga di Banjar Tegalalang, Kelurahan Kawan, Bangli.

Kapolsek Bangli, Kompol I Made Adi Suryawan, menjelaskan, berkaitan maraknya penyebaran PMK di Bali, dia memerintah para bhabinkamtibmas untuk terus turun menyambangi petani, guna memberi sosialisasi terkait bahaya PMK, termasuk upaya pencegahannya.

“Dengan gencarnya sosialisasi yang kami lakukan, kami harap peternak paham bagaimana cara mencegah PMK. Salah satunya adalah harus telaten menjaga kebersihan kandangnya,” ucap Kapolsek.

Dia mengimbau para pengusaha ternak dan para peternak bila ada hewannya yang terkena penyakit, harus segera melaporkan kepada pihak terkait. “Langkah tersebut diperlukan agar tidak menular pada hewan-hewan yang lain,” pesannya.

Ciri-ciri hewan ternak yang terkena PMK, sambungnya, di antaranya demam tinggi, muncul air liur berlebihan, serta ada luka lepuh di rongga mulut atau pada lidah, dan tidak mau makan.

Selain itu kukunya juga luka, sehingga sulit untuk berdiri, gemetaran, dan napasnya cepat. Bila ada sapi peternak seperti itu, diingatkan cepat dikarantina agar tidak menulari sapi lain yang lokasinya berdekatan.

Mengacu data dari Satgas Penanganan PMK Kabupaten Bangli per hari Rabu (20/7/2022), capaian vaksinasi PMK pada ternak sapi di dua desa terdampak, yakni Desa Buahan dan Desa Demulih yang diperluas dalam radius 3 km, baru mencapai 7.214 ekor. Padahal populasi sapi di dua desa tersebut mencapai 14 ribu ekor lebih.

Sementara populasi sapi di seluruh Bangli mencapai 68.888 ekor. Masyarakat berharap pelaksanaan vaksinasi bisa segera dituntaskan, agar kehidupan pemilik hewan ternak tidak terus dihantui wabah PMK. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.