Polres Gianyar Bikin “Jus” Hasis Senilai Rp3,5 Miliar, Dikirim dari AS, Diduga Sindikat Internasional

PEMUSNAHAN narkotika jenis hasis di Polres Gianyar, Senin (8/8/2022). Foto: ist

GIANYAR – Satnarkoba Polres Gianyar menangkap 10 tersangka kasus narkotika, dan juga menyita 1,67 kilogram hasis dengan harga di pasaran ditaksir mencapai Rp3,5 miliar.

Hal tersebut diuraikan saat temu media terkait pengungkapan kasus narkotika di Polres Gianyar, Senin (8/8/2022). Karena tidak ada pemiliknya, hasis senilai Rp 3,5 miliar tersebut kemudian jadi jus karena dimusnahkan dengan cara diblender.

Read More

Kapolres Gianyar, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana, mengatakan, pengungkapan hasis berawal saat jajarannya menemukan ada warga negara asing yang tengah “fly” di wilayah Ubud. Bule tersebut terpengaruh zat narkotika, terbukti di kamar yang bersangkutan ditemukan narkotika jenis hasis.

Kasat Narkoba Polres Gianyar kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya? Polisi mengetahui barang tersebut dikirim dari Amerika Serikat. Polisi mendapat informasi di Bea Cukai Bali bahwa ada barang mencurigakan yang tidak kunjung diambil pemiliknya.

Barang dipesan atas nama seorang warga negara asing di wilayah Ubud. Sesuai kecurigaan awal, paket itu berisi beragam produk jajanan yang mengandung narkotika jenis hasis. “Bahkan dari hasil pemeriksaan di lab forensik, hasis itu tergolong berkualitas tinggi,” jelas Kapolres.

Dari pelacakan identitas pemesan, nama dan alamat dipastikan fiktif, sehingga temuan hasis inipun nihil tersangka. “Dari perkiraan, keseluruhan hasis yang kami amankan ini seharga Rp3,5 miliar,” imbuhnya.

Dalam pengembangan penyelidikan, diketahui hasis telah tiga kali dipesan hanya berselang sebulan. Yang berhasil disita Satnarkoba Polres Gianyar merupakan pengiriman yang kali ketiga.

Kasatnarkoba Polres Gianyar, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun, menambahkan, jaringan pengedar hashish ini sangat lihai. Dia memprediksi gerak-gerik polisi saat mengamankan barang ini dipantau jaringan tersebut.

“Jaringan pengedar ini kami simpulkan sebagai profesional. Bahkan kemungkinan mereka memantau gerak kami, sehingga kami sendiri sulit mengungkap siapa-siapa orang di balik ini,” tegasnya. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.