Polda Minta Bawaslu Simulasi Pelanggaran Pidana Pemilu

AKBP Sebudi (dua kiri) saat audiensi ke Bawaslu Bali dan diterima komisioner Wayan Wirka (dua kanan) dan Ketut Rudia (kanan). Foto: ist
AKBP Sebudi (dua kiri) saat audiensi ke Bawaslu Bali dan diterima komisioner Wayan Wirka (dua kanan) dan Ketut Rudia (kanan). Foto: ist

DENPASAR – Perkembangan teknologi memang memberi dampak positif bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari, tapi dampak negatif juga turut mengiringi. Dalam lanskap politik, perkembangan teknologi juga meningkatkan kemungkinan terjadinya pelanggaran pemilu di media sosial, yang saat ini sangat digandrungi segala kalangan. Pandangan tersebut dilontarkan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bali, I Wayan Wirka, saat menerima audiensi Kasubdit I Ditreskrimum Polda Bali, AKBP Nyoman Sebudi, Selasa (17/1/2023).

Sebagai bagian langkah preventif atau pencegahan terjadinya pelanggaran, tutur Wirka, Bawaslu melakukan kerja sama dengan pihak pengelola beberapa media sosial, salah satunya Facebook Indonesia. Kerja sama ini terjalin sejak memasuki tahapan Pilkada tahun 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

“Bawaslu di tingkat pusat mengambil langkah dengan bekerja sama dengan Facebook Indonesia untuk melakukan filter di platformnya terkait konten-konten yang dilarang pada masa tahapan nanti,” papar Wirka.

Menanggapi yang diuraikan tersebut, Sebudi mengakui seiring dengan peralihan ke dunia digital dewasa ini, potensi terjadi pelanggaran pemilu juga cukup tinggi di dunia virtual. Beranjak dari realita itu, dia mengantisipasi dengan hendak menempatkan ahli teknologi informasi dalam struktur Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).

“Karena kejahatan sekarang sangat sulit diidentifikasi, cukup sering terjadi kejahatan di dunia digital dan ini juga berpotensi jadi pelanggaran pemilu, hal ini perlu atensi khusus dalam penambahan SDM di bidang teknologi informasi,” paparnya.

Baca juga :  Gunung Semeru Keluarkan Lava Pijar Senin Malam

Sebudi juga berharap ada simulasi terkait dengan penanganan pelanggaran pemilu, khususnya penanganan pelanggaran pidana pemilu bersama Bawaslu dan Kejaksaan Tinggi Bali yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu. Dia mendaku ingin memantapkan kembali seluruh personel yang tergabung di Sentra Gakkumdu dalam memberi keadilan pemilu.

Segendang sepenarian dengan harapan Sebudi, Wirka berjanji akan merencanakan kegiatan simulasi dalam penanganan pelanggaran pidana pemilu. ”Simulasi ini akan mengundang seluruh personel Sentra Gakkumdu se-Bali untuk turut serta,” janjinya.

Selain menerima audiensi dengan Polda Bali, Bawaslu Bali juga menerima kunjungan Badan Intelijen Strategis TNI, Umbu RN. Turut hadir dalam audiensi perwira dan bintara Ditreskrimum Polda Bali, Kepala Sekretariat Bawaslu Bali, Ida Bagus Putu Adinatha, dan Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bali, I Made Aji Swardhana. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.