PKPU Diestimasi Kelar Setelah Lebaran, Penambahan Kursi di Badung Masih “Abu-abu”

KETUA KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Foto: hen
KETUA KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Foto: hen

DENPASAR – Belum kunjung selesainya Peraturan KPU (PKPU) untuk Pemilu 2024 menyebabkan hingga kini pembahasan anggaran juga tersendat. Namun, menurut Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, persoalan utama bukan karena PKPU belum selesai atau tidak. “Kalau draft PKPU itu sudah ada, tinggal dikonsultasikan saja dengan Komisi II DPR,” katanya, Jumat (29/4/2022).

Lebih jauh diuraikan Lidartawan, secara prosedur, tidak mungkin bisa mengestimasi jumlah anggaran jika kegiatan dan tahapan yang akan dijalankan tidak dibuat lebih dahulu. Bahwa anggaran Pemilu 2024 yang dibutuhkan diketahui sebesar Rp76,6 triliun, hal tersebut setelah melalui kalkulasi dengan draft kegiatan yang ada.  

Bacaan Lainnya

“Draft PKPU sudah dibahas sebelumnya, tinggal konsultasi saja dengan DPR. Dari draft itu makanya bisa menyusun anggaran, sekarang masih proses pembahasan. Tahapan sudah disusun, sudah masuk Banggar, dan draft anggaran juga ada. Tinggal negosiasi saja, angkanya sudah ada,” paparnya.

Soal belum juga ditetapkan PKPU Pemilu 2024, Lidartawan berujar hanya masalah teknis saja. Setelah libur Lebaran, dia menjamin PKPU itu ditetapkan dan bisa langsung dieksekusi. Apalagi tahapan Pemilu 2024 dimulai 20 bulan sebelum tanggal 14 Februari 2024 sebagai waktu pemungutan suara. Kemungkinan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara KPU dengan DPR serta para stakeholder terkait lainnya akan dilangsungkan pada medio Mei mendatang.

Baca juga :  Lahan Jadi Polemik, Proyek Revitalisasi Pasar Gianyar Jalan Terus

“Pemilu 2024 sudah dianggarkan di APBN, ini artinya isu soal penundaan Pemilu itu sudah tidak ada lagi. Sudah selesai semua, tinggal KPU selaku penyelenggara menjalankan,” lugasnya.

Untuk penganggaran Pilkada Serentak 2024 di Bali, Lidartawan menyebut sudah disepakati untuk membagi kebutuhan anggaran antara KPU Provinsi dengan KPU kabupaten/kota. Untuk anggaran panitia ad hoc, ungkapnya, akan dibiayai dari anggaran KPU Provinsi. Hal ini untuk menghindari penganggaran ganda, selain juga kebutuhan dan kemampuan satu daerah dengan daerah lain tidak sama. “Kami tinggal menunggu SK Gubernur terkait berbagi anggaran Pilkada itu,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Ketua KPU Badung, I Wayan Semara Cipta, terkait alokasi kursi pada Pemilu 2024, pihaknya masih menunggu penetapan dari Kemendagri terkait kepastian jumlah penduduk di Kabupaten Badung. Sebab, data jumah penduduk badung yang saat ini lebih dari 500 ribu jiwa seperti dikatakan Disdukcapil Badung, masih perlu penetapan dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. Menurut Kayun, sapaan akrabnya, KPU hanya dalam ranah menetapkan alokasi kursi saja. Namun, penetapan itu harus dengan landasan data valid, dan yang menentukan valid atau tidak itu adalah Kemendagri.  

“Kemarin saat penetapan data pemilih berkelanjutan bulan April, sejumlah pimpinan partai turut hadir di KPU Badung. Soal alokasi kursi juga kami bahas bersama dengan Disdukcapil Badung juga, tapi hingga hari ini kami belum memutuskan apakah kursi di Badung tetap 40 atau bertambah menjadi 45 kursi,” urainya.

Baca juga :  Kasus Korupsi LPD Anturan Rugikan Negara Rp151 Miliar

Didesak parameter apa yang dipakai rujukan untuk memastikan jumlah penduduk, yang berimplikasi terhadap penambahan jumlah kursi parlemen, jika terjadi beda tafsir antara KPU dengan parpol, Kayun mendaku masih menunggu fatwa dari Kemendagri. Dia tidak memungkiri ada perbedaan tafsir bunyi pasal dalam UU Nomor 7/2017 tentang Pemilu antara KPU dengan parpol, terutama mengenai alokasi kursi berbanding jumlah penduduk. KPU memaknai dari aspek teknik, parpol lebih kepada unsur politik.

“Ya makanya KPU dan Disdukcapil minta fatwa ke Kemendagri soal ini, selain rekan di Disdukcapil juga melakukan verifikasi faktual di lapangan. Prinsipnya, kami ingin ada tertib administrasi pemilih. Soal apakah kursi nanti nambah atau nggak, kita tunggu data pasti Kemendagri,” pungkasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.