PKK Gianyar Salurkan PMT Ibu Hamil Kurang Gizi

  • Whatsapp
KETUA Tim Penggerak PKK Gianyar Surya Adnyani Mahayastra saat menyalurkan bantuan bagi ibu hamil kekurangan energi kronis dan balita gizi buruk, di Balai Banjar Tojan, Desa Pering. Foto: adi

GIANYAR – Memperingati Hari Ibu, Tim penggerak (TP PKK Kabupaten Gianyar menyalurkan bantuan Ketua TP PKK Provinsi Bali berupa pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) dan bagi balita gizi kurang/buruk, di Balai Banjar Tojan, Desa Pering, Blahbatuh, Kamis (16/12/2021).

Bantuan diserahkan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra; didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Ida Komang Upeksa; Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu; dan undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Pering, Taufan Meyanto, mengatakan, desanya terdiri dari tujuh banjar dinas dan enam banjar adat. Ada sembilan posyandu yang tersebar di masing-masing banjar dan dua perumahan, dengan jumlah ibu hamil tercatat 47 orang, 92 orang, balita dan 20 bayi.

Dari 47 ibu hamil, 15 di antaranya berisiko tinggi mengalami KEK. “Kami harap ada bantuan dan perhatian bagi ibu hamil KEK di Desa Pering,” pintanya.

Surya Adnyani Mahayastra menguraikan, bertepatan dengan jadwal posyandu di kelompok Posyandu Banjar Tojan dan serangkaian Hari Ibu, lembaganya menyalurkan bantuan paket PMT yang beberapa waktu lalu diterima di gedung Jaya Saba. Bantuan terdiri dari 560 paket ibu hamil, dan 260 paket untuk bayi serta balita.

Baca juga :  BWF Resmi Tunda Ajang Bulutangkis Indonesia Open 2020

Lebih jauh diutarakan, di Gianyar banyak upaya yang dilakukan mulai dari kebijakan Bupati, upaya OPD terkait, serta bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar dalam membina 557 kelompok posyandu di semua banjar dan perumahan. Total ada 285 kader posyandu.

Pada tahun 2013, jelasnya, Kabupaten Gianyar ditetapkan sebagai salah satu kabupaten terdampak terkait dengan data stunting. Karena itu pemerintah maupun stakeholder bergerak agar di masing-masing kelompok posyandu tidak ada lagi bayi maupun balita mengalami stunting.

“Segala upaya dilakukan mulai dari Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, serta TP PKK dari Pokja 4. Akhirnya jumlah kasus stunting turun drastis dari 40 persen menjadi 4 persen saat ini,” ungkapnya.

Keberhasilan itu, sambungnya, tidak terlepas dari perbaikan pola asuh, peningkatan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan gizi pada pasangan usia subur, juga wanita usia subur.

Terkait pola asuh pada anak, dia menekankan kepada para kader PKK agar selalu memberi informasi yang baik dan sejelas-jelasnya kepada masyarakat. Sebab, latar belakang masyarakat berbeda-beda, sehingga terhindar dari kekerasan dan pelecehan seksual.

Kabupaten Gianyar, terangnya, kini memiliki sistem informasi posyandu online, dan masing-masing desa dibentuk pendamping posyandu yang setiap tahun diperpanjang maupun rekrutmen kembali.

Sistem ini merupakan percontohan dalam satu desa akan berkoordinasi dengan kelompok posyandu yang lain yang ada di desa tersebut. “Jadi, datanya betul-betul masuk, sehingga ketika kita butuh tinggal ‘klik’ langsung muncul secara digital,” pungkasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.