PKB 2020 Batal, Seniman Badung Minta Dana Latihan, Ini Penjelasan Kadisbud

  • Whatsapp
Pesta Kesenian Bali
Pesta Kesenian Bali

MANGUPURA – Meski Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2020 dibatalkan, sejumlah sekaa seni di Badung menuntut dana talangan yang sudah dikeluarkan selama latihan. ‘’Ada beberapa sekaa minta dana pengganti. Mereka sudah mempersiapkan pagelaran jauh-jauh hari,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Badung, I Gde Eka Sudarwitha, Minggu (3/5/2020).

Sudarwitha menyebutkan, Pemkab Badung telah menganggarkan dana untuk sakaa yang akan tampil di PKB. Hanya saja anggaran itu tidak akan dicairkan secara penuh. ‘’Kita belum bisa berikan sepenuhnya. Memang kita anggarkan, namun semua itu kan sampai saat pementasan,’’ katanya.

Bacaan Lainnya

Pembatalan PKB yang sedianya digelar Juni-Juli 2020 karena pandemi Covid-19, dibatalkan. Pembatalan PKB tahun ini dikarenakan adanya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Pulau Dewata. Pembatalan PKB ini secara resmi dilakukan setelah Gubernur Koster menandatangani surat nomor 430/3287/Sekret/DISBUD.

Surat bersifat sangat penting dan ditujukan kepada bupati dan wali kota se-Bali itu mengenai pemberitahuan penyelenggaraan PKB tahun 2020 yang ditiadakan. Eka Sudarwitha mengaku telah melapor ke Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta adanya sekaa yang minta dana latihan dicairkan. Berdasarkan petunjuk pimpinan dana akan dicairkan untuk mengganti konsumsi yang sudah dikeluarkan.

Baca juga :  Dikukuhkan, Komunitas Peduli Sungai Tebar Bibit Ikan dan Tanam Pohon

‘’Sebenarnya dana  tersebut sudah dianggarkan, namun karena batal dilaksanakan, artinya keikutsertaan juga ditunda. Hanya saja dalam administrasi dana tersebut untuk dana hingga tampil atau kesiapan, garapan sampai tampil,’’ katanya, sembari mengatakan dana itu satu paket.

Disinggung mengenai tuntutan sekaa, pihaknya mengajukan untuk dana konsumsi saja. Pasalnya, semua sekaa nantinya akan kembali tampil pada 2021. Mantan Camat Petang itu mengatakan, untuk kegiatan PKB Badung sejatinya sudah menganggarkan Rp7,9 miliar. Hanya saja untuk mengembalikan, sesuai saran pimpinan akan dikembalikan 10 persen untuk semua sekaa yang akan tampil. ‘’Jadi seluruhnya akan dibayarkan, nanti di tahun 2021,’’ katanya.

Ditanya berapa dana konsumsi yang akan digantikan untuk saat ini, Sudarwitha mengatakan nominalnya mencapai Rp790 juta. ‘’Jadi totalnya ada 24 sekaa yang akan tampil. seperti sekaa anak-anak, gong kebyar, baleganjur dan yang lain. Sehingga dana tersebut akan dibagi per sekaa yang rencana akan tampil pada PKB ini,’’ ujarnya. 020/003

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.