Petani Milenial NTB Tembus 225.483 Orang, BPS : Potensi Bagus untuk Masa Depan Pertanian

KEPALA BPS NTB, Wahyudin, saat memberikan keterangan pada wartawan, Selasa (5/12/2023). Foto: ist
KEPALA BPS NTB, Wahyudin, saat memberikan keterangan pada wartawan, Selasa (5/12/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Saat ini, jumlah petani muda atau yang lazim disebut petani milenial di wilayah Provinsi NTB mencapai sebanyak 225.483 orang. Badan Pusat Statistik (BPS)  NTB mencatat bahwa raihan itu sangat baik bagi suatu wilayah. Terlebih, pendataan yang dilakukan pada petani milenial baru dilakukan pada tahun 2023.

‘’Jumlah petani millenial yang sudah kita data, diperkirakan bakal terus naik karena sektor pertanian masih menjadi primadona untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTB,’’ ujar Kepala BPS NTB, Wahyudin, Selasa (5/12/2023).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, angka sebanyak 225.483 orang untuk petani milenial yang ada di Provinsi NTB, merupakan catatan bagus untuk masa depan sektor pertanian ke depan. Apalagi, sektor pertanian terhadap peningkatan ekonomi NTB itu menyumbang 22 persen. Mulai dari tanaman pangan yang begitu banyak di NTB.

‘’Namun, kami tidak melihat ke ekspor melainkan ke produksinya,’’ kata Wahyudin.

Wahyudin mengatakan jumlah petani milenial sebanyak 225.483 orang itu setara dengan 30,37 persen dari total jumlah usaha pertanian perorangan (UTP) mencapai 768.765 orang. Adapun, petani milenial adalah petani yang berusia 19 sampai dengan 39 tahun. Kategori petani milenial sendiri merupakan anak muda yang adaptif terhadap penggunaan teknologi digital.

Baca juga :  LIB Berharap Izin Liga segera Keluar setelah Ada ''Lampu Hijau'' dari Polri

‘’Jadi dari semua sektor di NTB, kita masih bertumpu pada sektor pertanian. Kami minta ke depan pemerintah mendorong anak-anak milenial punya pengetahuan tentang teknologi dalam mengusahakan sektor pertaniannya,’’ tandas Wahyudin. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.