Pesohor Belum Terlalu Dilirik Jadi “Vote Getter”, Golkar-PDIP Prioritaskan Kader Jadi Caleg

  • Whatsapp
Cokorda Gede Agung dan Sugawa Korry. Foto: hen
Cokorda Gede Agung dan Sugawa Korry. Foto: hen

DENPASAR – Salah satu dinamika yang mewarnai pentas politik Pemilu, khususnya Pemilu Legislatif, adalah hadirnya pesohor yang masuk partai politik. Tak jarang selebriti terkenal yang direkrut itu menjadi caleg sekaligus vote getter atau pendulang suara bagi partainya. Khusus di Bali, fenomena yang galib Jakarta itu belum terlihat akan terjadi.

Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, Rabu (5/1/2022) berkata sejauh ini belum ada rencana khusus untuk merekrut pesohor lokal untuk bergabung ke “Beringin”. Sesuai arahan DPP Partai Golkar, dia menyebut saat ini fokus masing masing struktur di kabupaten/kota dan provinsi adalah menyiapkan 200 persen rekrutmen dari kuota. Mereka itu nanti ditetapkan sebagai fungsionaris Golkar.

Bacaan Lainnya

“Pada saatnya ada pembahasan menjelang penetapan caleg, akan ada finalisasi. Nanti dievaluasi dari fungsionaris yang ada, dan perkembangan terakhir akan dibahas. Sampai saat ini masih dalam tahap penyusunan 200 persen dari kuota itu di semua DPP II, DPD I dan DPR RI,” terang Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.

Mengenai kemungkinan merekrut artis lokal Bali sebagai penggaet suara atau caleg, Sugawa mendaku semua tahapan pencalegan mesti melalui proses. Seperti apa hasilnya baru akan diketahui setelah evaluasi final menjelang penetapan caleg. “Kalau soal artis lokal, sampai sekarang belum ada laporan seperti itu dari kabupaten. Yang mengusulkan itu kan dari kabupaten, juga ormas (di bawah) Golkar,” urainya.

Baca juga :  Tekan Penyebaran Corona di Karangasem, Warga Diingatkan Disiplin Prokes

Mengenai pesohor memiliki keistimewaan atau nilai lebih dibanding orang biasa, Sugawa tidak memungkiri. Hanya, sambungnya, meski kemungkinan merekrut pesohor terbuka, semua tetap mesti melalui evaluasi. Yang jelas partai sedang memprioritaskan merekrut fungsionaris untuk membesarkan partai, dan berbuat sesuai doktrin karya kekaryaan.

“Nanti kita lihat dan dievaluasi di masing-masing dapil, sementara kami konsolidasi organisasi dengan pembuatan KTA dulu. Dari sana nanti bisa bergeser ke penetapan caleg,” tandasnya.

Di kesempatan terpisah, Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Bali, Cokorda Gede Agung, menyebut sejauh ini partainya belum ada membahas soal pencalegan Pemilu 2024. Kalaupun nanti ada mengupas soal itu, tetap porsi caleg petahana yang dapat prioritas. “Belum, belum ada pembahasan soal caleg dan kandidat (di pilkada). Kami sampai sekarang masih fokus mengawal pemerintahan Pak Jokowi, termasuk memastikan melandai terus Covid ini karena persiapan G-20 di Bali,” kata Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Bali itu.

Kecuali mengawal pemerintahan yang dijalankan kader PDIP saat ini, dia mendaku DPP PDIP juga belum ada memberi arahan sama sekali. “Nantilah soal itu, paling cepat akhir 2022 atau awal 2023. Sekarang kami fokus dan konsentrasi mengawal program Pak Jokowi agar bagaimana Bali ini menjadi tuan rumah G-20. Pemerintah sudah memprioritaskan Bali, itu harus kita jaga bersama,” lugas mantan Wakil Bupati dan Bupati Klungkung tersebut.

Baca juga :  39 Tahun SMPN 7 Denpasar, Mewujudkan Merdeka Belajar, Berkualitas, dan Berprestasi

Segendang sepenarian dengan Sugawa, dia juga menegaskan partainya tidak sembarangan dalam merekrut orang, termasuk pesohor sekalipun, sebagai caleg kelak. Semua tetap berpulang kepada rekam jejak sosok dimaksud. Hanya, jika ada artis lokal Bali berminat bergabung ke PDIP, politisi asal Klungkung itu dengan tangan terbuka menyilakan. Yang jelas, imbuhnya, PDIP Bali tidak akan dengan sengaja merekrut orang yang dinilai menjadi vote getter, dan lebih mengutamakan kader serta mekanisme internal partai.

Apakah ada peluang artis yang bergabung kemudian dijadikan caleg? “Bisa saja sih begitu karena banyak pertimbangan. Tapi semua kan kembali ke keputusan Ketua DPD, yang akan kami kawal sampai ke DPP,” seru politisi yang akrab disapa Cok Agung itu menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.