Perempuan Tewas di Pantai Bingin Ternyata Warga Amerika, Desa Adat Pecatu Akan Gelar Upacara

  • Whatsapp
LOKASI tebing Pantai Bingin, Kuta Selatan, tempat korban Grace Wei Huang (49) terjatuh. Foto: ist
LOKASI tebing Pantai Bingin, Kuta Selatan, tempat korban Grace Wei Huang (49) terjatuh. Foto: ist

MANGUPURA – Perempuan yang tewas di tebing Pantai Bingin, Kuta Selatan, Badung, Bali, ternyata warga negara Amerika Serikat. Perempuan tewas itu bernama Grace Wei Huang (49). Dari penyelidikan pihak kepolisian, WNA tersebut diketahui menginap di kawasan Le Cliff Villa.

Kapolsek Kuta Selatan,  Kompol Yusak Agustinus Sooai, menjelaskan, tempat tinggal Grace Wei Huang tak begitu jauh dari lokasi kejadian. Korban tinggal sendiri di vila yang berlokasi di Jalan Labuansait. Sementara keluarganya tinggal di California, Amerika Serikat. ‘’Saat ini pihak vila masih kita minta keterangan,’’ sebut Kapolsek Agustinus Sooai, Kamis (25/2/2021).

Bacaan Lainnya

Dari hasil pemeriksaan awal dan olah TKP, diutarakan Kapolsek, diduga Grace terpeleset saat jalan-jalan di atas tebing. Sebab di lokasi kejadian ada tempat yang cukup bagus untuk berswafoto. Diperkirakan korban terpeleset saat jalan-jalan, karena kondisinya sudah mulai agak gelap dan tak ada cahaya di lokasi tersebut

Ada juga dugaan masyarakat yang mencurigai yang bersangkutan sempat mengalami kekerasan, sebab pada bagian mata korban terdapat luka lebam. Karena itu polisi masih mencari tahu dan mendalami. Sebab, luka lebam itu bisa saja ditimbulkan faktor kekerasan.  ‘’Jadi kita masih perdalam penyelidikan. Saat ini jenazah masih berada di RSUP Sanglah. Kami masih menunggu pihak keluarga untuk proses selanjutnya,’’ sebutnya.

Baca juga :  Toleransi Kalangan Milenial Sangat Tinggi

Di kesempatan terpisah, Bendesa Adat Pecatu, Made Sumertha, mendaku segera rapat bersama prajuru Desa Adat Pecatu, guna membahas kejadian itu. Walaupun korban WNA, namun karena peristiwa itu terjadi di wewidangan Desa Adat Pecatu, maka upacara secara niskala wajib dilakukan.

‘’Kejadian itu kan membuat leteh wewidangan desa adat. Rencananya kita akan gelar upacara, setelah kita bahas dalam paruman nanti,’’ lugasnya.

Sementara pihak Forensik RSUP Sanglah telah melakukan pemeriksaan luar. Menurut dr. Nola Gunawan selaku Dokter Penanggung Jawab Pasien Instalasi Forensik RSUP Sanglah, RSUP Sanglah menerima mayat pukul 09.00 Wita.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan memar di kedua lengan, tungkai dan punggung akibat kekerasan tumpul. ‘’Ada beberapa memar akibat kekerasan tumpul, juga ada patah tulang di bagian ankle-nya,’’ kata dokter Nola. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.