Perbekel Bungkulan Tersangka, Terjerat Pemalsuan Dokumen

  • Whatsapp
ILUSTRASI. Foto: net
ILUSTRASI. Foto: net

BULELENG – Penanganan kasus tanah lapangan di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng yang ditangani Satreskrim Polres Buleleng, akhirnya ada titik terang. Perbekel Desa Bungkulan, Ketut Kusuma Ardana, kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan warga terkait dugaan pemalsuan dokumen kepengurusan penerbitan SHM No. 2427 pada lapangan sepak bola di desa Bungkulan, melalui prona sejak tahun 2013.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, mengatakan, penetapan Kusuma Ardana selaku Perbekel Desa Bungkulan sebagai tersangka atas kasus dugaan pemalsuan dokumen, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Buleleng. ‘’Oknum Perbekel di Bungkulan ditetapkan sebagai tersangka dari hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik, berdasarkan alat bukti yang cukup, ada keterangan saksi, barang bukti, dan tempat kejadian, serta orang yan bertanggung jawab atas perbuatan tersebut,’’ ungkap Sumarjaya, Jumat (4/12) siang.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, Sumarjaya masih enggan mau membeberkan, barang bukti yang diamankan polisi dalam penetapan Kusuma Ardana sebagai tersangka. Sumarjaya hanya menyebut, barang bukti itu berupa dokumen surat. ‘’Tersangka diduga melakukan pemalsuan dokumen atas kepemilikan tanah lapangan di Desa Bungkulan, sesuai sangkaan Pasal 263 KUHP,’’ jelas Sumarjaya.

Baca juga :  Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Melonjak 92 Orang, Positif 63, Meninggal Bertambah 6

Pada Jumat (4/12), Sumarjaya tak menampik, Kusuma Ardana telah dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai tersangka. Meski demikian, kasus ini akan terus dikembangkan dengan melakukan penyidikan lebih lanjut, untuk menentukan apakah tersangka Kusuma Ardana akan dilakukan penahanan atau tidak.

‘’Masih diperiksa dulu, kan ada waktu 1 X 24 jam. Nanti dalam pemeriksaan, baru nanti ditentukan langkah yang dilakukan penyidik (tersangka Kusuma Ardana akan ditahan atau tidak). Nanti untuk perkembangan lebih lanjut, akan disampaikan hasil pemeriksaan,’’ pungkas Sumarjaya.

Sebelumnya, Ketut Kusuma Ardana yang saat itu menjabat sebagai Perbekel Desa Bungkulan pada prona tahun 2013 mengajukan dua bidang tanah yang menjadi fasilitas umum (fasum), sehingga terbit Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 2426 (pada tanah puskesmas) dan SHM No. 2427 (pada lapangan) atas nama Ketut Kusuma Ardana. Penerbitan dua bidang sertifikat atas nama Kusuma Ardana pun bergejolak di Desa Bungkulan.

Atas gejolak itu, jajaran Polres Buleleng melakukan penyelidikan terkait polemik status kepemilikan lahan lapangan umum dan Puskesmas Pembantu I Desa Bungkulan, yang disertifikatkan perseorangan oleh Perbekel Desa Bungkulan terpilih Ketut Kusuma Ardana sejak tahun 2013 lalu melalui prona. Bahkan bukan itu saja, Kanwil BPN Bali telah membatalkan SHM No. 2426 di Desa Bungkulan atas nama Ketut Kusuma Ardana. Pembatalan SHM ini tertuang dalam surat keputusan No. 0010/Pbt/BPN.51/I/2020. Pembatalan itu karena dari hasil pemeriksaan ada cacat administrasi. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.