Perbedaan Politik Tak Harus Memutus Persaudaraan, Bang Zul Puji Hasto Bintang PDIP

GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah (kanan) saat menyambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Unram, Kamis (15/9/2022). Foto: ist

MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah; memuji kiprah Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam pembangunan perpolitikan di Indonesia selama ini. Kendati dua kali menjadi elite parpol penguasa di Indonesia, tapi Hasto tidak menggunakan kekuasaannya untuk menjadi menteri atau mengeruk demi kepentingan pribadi.

Pujian itu dilayangkan saat menghadiri kuliah umum Hasto Kristiyanto kepada mahasiswa Universitas Mataram (Unram), dengan mengangkat tema “Pemikiran Geopolitik dan Relevansinya Terhadap Pertahanan Negeri” di Lantai 3 Rektorat Unram, Kamis (15/9/2022) petang.

Read More

Menyebut kenal Hasto sejak sama-sama menjadi anggota Komisi VI DPR RI, dia menilai Hasto sebagai sosok yang visioner, dengan pemikiran brilian dan sangat luar biasa. “Tapi beliau enggakgila jabatan. Inilah pembeda Pak Hasto dengan sekjen parpol lainnya,” puji Bang Zul, sapaan akrab Gubernur.

Bang Zul mengakui antara dia dan Hasto memang beda partai dan pilihan politik. Namun, hal itu tidak membuat persaudaraanya selama ini jadi terputus.

Terlebih Hasto dikenalnya sebagai sosok yang terus menyuarakan pentingnya sebuah rekayasa industri untuk semua produk lokal, guna memajukan sebuah daerah dan bangsa Indonesia. “Pelajaran untuk kita semaunya, boleh kita berbeda partai, tapi jangan pernah kita memutuskan tali silaturahmi,” tegas politisi PKS tersebut.

PDIP, sebutnya, sangat beruntung memiliki sosok kader senior sekelas Hasto Kristiyanto. Karenanya, dia tak ragu menyebut Hasto adalah bintangnya PDIP. Sebab, kapasitasnya sudah teruji sejak menjadi Ketua Senat Fakultas Teknik UGM, dan melanjutkan kiprahnya ke politik dan akademisi hingga saat ini.

“Dengan kesantunan cara berpolitik Mas Hasto yang terukur itu, PDIP beruntung punya bintang bernama Mas Hasto. Wajarlah dengan kekuasaannya saat ini, beliau bisa bantu memilih calon rektor hingga menunjuk calon kepala daerah,” sambungnya berkelakar.

Menjawab hal itu, Hasto Kristiyanto mengingatkan Gubernur agar fokus mengembangkan pendidikan melalui perguruan tinggi jika ingin mengangkat potensi lokal yang dimiliki Provinsi NTB. Potensi jagung, rumput laut, lobster hingga tembakau di NTB akan bisa meningkat jika ada sentuhan teknologi.

Jika ingin produk daerah kita bisa bersaing dengan produk negara lain, kita tidak usah malu untuk alih teknologi dengan berkolaborasi dan bekerjasama dengan negara yang sudah berhasil.

“Di situ peran perguruan tinggi harus bisa disatukan menjadi kekuatan untuk memajukan masyarakatnya,” pesan Hasto Kristiyanto. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.