KARANGASEM – Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Karangasem seakan tak terkendali, meski Dinas Pertanian terus mengebut pelaksanaan vaksinasi PMK dengan menyasar tiga kecamatan, yakni Kecamatan Karangasem, Kubu dan Rendang.
Sejauh ini, penyebaran wabah PMK merata dan terjadi di hampir setiap desa di seluruh kecamatan. Di Kecamatan Rendang misalnya, penyebaran PMK yang menyerang ternak sapi terjadi di Desa Menanga, Desa Pempatan dan Desa Besakih.
“Saya memelihara empat ekor, satunya masih sakit (terpapar PMK), sedangkan yang tiga ekor kondisinya mulai membaik dan sudah mau makan,” ungkap Ni Nengah Ribek, salah satu peternak di Banjar Besakih Kawan, Desa Besakih, Rendang, Kamis (21/7/2022).
Sebelumnya, sapi yang dia pelihara mengalami gejala PMK, yakni mulutnya melepuh dan luka di bagian kuku yang dibarengi kondisi lemas dan tidak mau makan. Dia mengeluhkan hingga saat ini belum ada petugas Dinas Pertanian yang melakukan vaksinasi di wilayah desanya.
Untuk pengobatan, dia dan peternak lain mencari dokter hewan untuk menyuntikkan obat dengan biaya sendiri. “Belum ada petugas yang melakukan vaksinasi di sini, itu dah saya nggak mengerti. Kalau di Puragae dan Pempatan sudah (vaksinasi),” sebutnya.
Peternak lainnya di Banjar Kunyit, Desa Besakih, I Ketut Sukerti, menuturkan, satu ekor sapinya terpapar PMK. Saat ini Sukerti memelihara enam ekor sapi. Karena gejalanya ringan, Sukerti menyebut anaknya membuat ramuan dari kunyit untuk sapi mereka.
“Sekarang sudah sembuh,” bebernya. Segendang sepenarian dengan Ribek, Sukerti juga menanyakan kapan vaksinasi sapi di desanya akan dilaksanakan instansi terkait.
Medik Veteriner Dinas Pertanian Karangasem, I Nengah Kepeng, menyampaikan, sampai saat ini instansinya terus melakukan percepatan vaksinasi PMK dengan menyasar tiga kecamatan dengan populasi sapi terbesar di Karangasem.
Tiga kecamatan itu yakni Kecamatan Rendang, Karangasem dan Kubu. “Sampai saat ini hampir 10.000 ekor lebih sapi yang sudah kami vaksinasi,” ucapnya tanpa merinci datanya.
Meski telah dilakukan percepatan vaksinasi PMK, dia tak memungkiri penularan wabah PMK di Karangasem tergolong cukup cepat.
“Kami mengimbau kepada peternak yang sapinya bergejala PMK dan sudah sembuh, agar tetap mengkarantina sapinya, jangan sampai dibawa keluar, apalagi dijual. Sebab, enam bulan setelah sembuh baru bisa dilakukan vaksinasi PMK,” pintanya. nad























