GIANYAR – Kaum difabel merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat, karena mereka memiliki hak yang sama dan berkesempatan sebagai pengawas partisipatif. Namun, secara praktik, kebutuhan kaum difabel untuk akses pengawasan di TPS tidak sepenuhnya terjamin. Hal tersebut diutarakan salah seorang peserta sosialisasi pengawasan partisipatif oleh Bawaslu Bali di Hotel Rumah Luwih, Gianyar, Selasa (12/7/2022).
Dalam sesi diskusi penguatan pemahaman kepemiluan kepada kaum difabel dalam menyongsong Pemilu 2024 itu, Erni, salah satu peserta, mengeluhkan minimnya akses untuk penyandang difabel seperti dirinya. Di sisi lain, dia memiliki spirit besar untuk ingin berpartisipasi memilih pemimpin dalam kontestasi pemilu atau pilkada.
Menanggapi pernyataan itu, anggota Bawaslu Bali, I Wayan Widyardana Putra, berjanji akan menyampaikan permasalahan tersebut kepada KPU agar lebih memperhatikan terkait akses untuk penyandang difabel. Selain itu, Kordiv Pengawasan dan Hubal Bawaslu Bali tersebut juga akan memerintah jajaran untuk mengawal hak dari penyandang difabel.
“Kami akan menekankan kepada KPU untuk lebih memperhatikan akses teman-teman difabel. Dan, kami akan pertegas di jajaran kami untuk mengawal hal ini nanti,” cetusnya berjanji.
Menurut Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, sosialisasi terkait penguatan pemahaman kepada kaum difabel dinilai penting. Sebab, Bawaslu memandang perlu ada sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat. “Sosialisasi dilakukan ke semua pihak tanpa terkecuali,” cetus Ariyani yang juga didampingi komisioner I Wayan Wirka dan I Ketut Rudia serta Kepala Sekretariat Bawaslu Bali, Ida Bagus Putu Adinatha.
Melalui sosialisasi ini, dia berharap hadir perubahan lebih baik dengan bertambahnya wawasan kaum difabel mengenai kepemiluan. Selain itu, mereka juga tergerak untuk aktif berperan serta mengawal proses kontestasi politik. “Dengan sosialisasi ini kami tentu mengharapkan adan penambahan wawasan kepada penyandang disabilitas. Juga bisa turut serta menjadi bagian dari kesuksesan perhelatan Pemilu 2024 mendatang,” ajak satu-satunya perempuan di jajaran pimpinan Bawaslu Bali itu di hadapan peserta sosialisasi dari Yayasan Bunga Bali. hen























