MATARAM – Salah satu pengusaha event organizer (EO) di Provinsi NTB, Maureen Grace Wenas, menjadi bakal calon anggota DPD RI Dapil NTB. Cucu mantan Penjabat Gubernur NTB pada tahun 1968, Gerard Robert Abraham Wenas, itu tiba di kantor KPU NTB, Rabu (28/12/2022).
Mareen bersama tim pendukung yang merupakan bakal calon ke-8 disambut anggota KPU NTB, Zuriati, Agus Hilman, dan Syamsuddin. “Syarat minimum 2.000 dukungan, dan minimal tersebar di 50 persen kabupaten/kota di NTB,” kata Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU NTB, Zuriati, saat menyampaikan sambutan.
Penyerahan dukungan minimal dari Maureen dinyatakan lengkap oleh KPU NTB. Jumlah dukungan yang disetor sebanyak 2.400 dukungan yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.
Alasan dia terjun ke politik praksis, perempuan kelahiran Ampenan pada 27 Juli 1970 itu mengaku merasa terpanggil menjadi wakil masyarakat NTB. Dia mengklaim ingin menjadi mata, telinga, dan selanjutnya melayani masyarakat NTB. “Saya maju, berikhtiar menjadi senator dengan modal keberanian dan tekad. Saya melangkah, saya memulai, dan harus saya selesaikan,” paparnya.
Kantong suaranya disebut tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB, dengan yang paling besar akan menyumbang dari Kota Mataram. “Ini karena saya besar dan sekolah di Mataram. Wajarlah kalau Mataram memberi paling banyak dukungan pada persyaratan pencalonan saya sebagai anggota DPD RI,” jelas Maureen.
Berikutnya, mantan Sekjen Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Sabolah Al Kalamby, juga resmi menjadi bakal calon anggota DPD RI. Berstatus pendatang baru, dia bilang tak gentar menghadapi politisi senior di kontestasi DPD RI.
“Insya Allah, saya serius melaksanakan kerja-kerja politik hingga 2024 nanti. Bagi saya, para senior yang ikut maju pertarungan DPD RI adalah guru politik saya semua,” katanya.
Sabolah tiba di KPU NTB diiringi simpatisan yang mayoritas milenial. Lengkap dengan rompi khasnya, kedatangan Sabolah disambut komisioner Zuriati, Agus Hilman, Syamsuddin. Setelah diverifikasi, KPU menyatakan penyerahan syarat dukungan minimal oleh Sabolah lengkap.
Jumlah dukungan yang diserahkan sebanyak 2.978 dukungan yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. “Kami sebagai bakal calon berterima kasih kepada KPU dan Bawaslu atas fasilitas pelayanan yang menurut kami sudah sangat baik,” pujinya.
Alasan terlibat dalam kontestasi DPD RI Dapil NTB, dia mendaku generasi milenial merupakan eksponen sangat kuat dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang. Suara itu tidak boleh hanya dilihat sebagai proyek “dagang politik” semata, tapi harus mampu dikonsolidasikan untuk pemenangan kaum milenial.
Sabolah merasa masih mewakili generasi muda. “Tinggal siapa yang ingin berani terlihat, dialah yang akan muncul jadi catatan sejarah dalam bangsa ini,” serunya. rul
























