Misi Boleh Beda, Visi Mesti Satu, KPU Bali-Parpol “Ngelawar” Bareng

PENGURUS parpol dan komisioner KPU Bali duduk bersama membuat adonan kuliner lawar dalam “Ngelawar Bareng” yang diselenggarakan KPU Bali, Rabu (28/12/2022). Foto: ist
PENGURUS parpol dan komisioner KPU Bali duduk bersama membuat adonan kuliner lawar dalam “Ngelawar Bareng” yang diselenggarakan KPU Bali, Rabu (28/12/2022). Foto: ist

DENPASAR – Saat ngelawar (membuat lawar) bareng, semua yang terlibat memiliki kemampuan dan cara berbeda untuk membuat adonannya. Ketika jadi lawar, dicicipi bersama-sama. Bila ada yang terasa kurang enak sesuai selera, maka itulah hasil kerja bersama. Kekurangannya diperbaiki pada kesempatan berikutnya.

Ngelawar ini sama seperti pemilu. Kita buat sama-sama, mendata sama-sama, kampanye sama-sama, pemungutan suara sama-sama, ajak masyarakat sama-sama,” cetus Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, usai acara ngelawar bareng bersama pengurus partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024 dan stakeholder di halaman KPU Bali, Rabu (28/12/2022). Hampir semua dari 17 parpol yang diundang mengutus duta mengikuti acara yang diakhiri dengan santap bersama tersebut.

Bacaan Lainnya

Baik pengurus parpol lama maupun baru, semua berkolaborasi dan duduk di lantai beralas karpet untuk menggarap bagian masing-masing. Suara khas “tek, tek, tek” terdengar bersahutan dari beradunya golok dan talenan yang dipakai merajang nangka muda, kacang panjang, dan daging ayam sebagai bahan lawar. Kesan politisi yang “seram” seakan lenyap, berganti suasana penuh canda dan obrolan santai, plus pamer keahlian merajang. Anggota Bawaslu Bali, I Ketut Rudia, juga ikut bergabung merajang bahan lawar.

Pertimbangan mengadakan acara ngelawar bareng parpol, Lidartawan berkata pesta di Bali sama saja dengan pesta di masyarakat lain. Namun, berbeda ceritanya dengan pesta demokrasi di pemilu. Segala partai dengan warna dan misi berbeda berkontestasi, tapi visinya harus satu.

“Pemilu harus menyejahterakan masyarakat dan sarana integrasi bangsa. Tujuan utama (acara ini) senang semua dengan makan dari apa yang diprediksi dibuat sekarang,” tuturnya.

Memilih pemimpin, sambungnya, sama dengan ngelawar. Masyarakat memprediksi calon itu bagus, saat ngelawar semua juga berpikir masakan itu akan enak nanti. Dari segala orang dan kemampuan yang tidak diketahui, semua membuat satu adonan, dan mencicipi sama-sama saat jadi lawar. Saat pemilu, data pemilih dibuat sama-sama, kampanye diperlakukan sama, dan masyarakat sama-sama diajak pemungutan suara.

“Saat hasil sudah jadi, entah itu kurang garam menurut satu orang, kurang pedas, itu harus diterima. Nanti saat pesta berikutnya bisa diperbaiki sama-sama,” terangnya.

Konsep kebersamaan, lanjutnya, dilakukan demi memenuhi target partisipasi masyarakat 83 persen dan tidak ada sengketa ke Mahkamah Konstitusi. Target itu dinilai tidak berlebihan, karena Bali pernah sampai 82,7 persen.

Ngapain ribut-ribut karena kurang asin dan kurang garam, padahal dikerjakan sama-sama? Dengan keterbukaan yang ada, saya yakin pemilu di Bali tidak ada sengketa karena sudah dijalankan bersama sama,” tandasnya dalam hajatan yang disertai para ketua KPU seluruh Bali itu.

Anggota Komisi I DPRD Bali, Made Suparta, mengapresiasi gagasan Lidartawan membuat acara dengan mengangkat kearifan lokal Bali. “Bagus ini, kita bisa ngumpul santai. Tadi juga lawarnya enak, kuah ayamnya juga mantap,” ucap politisi PDIP itu.

Sekretaris Pimpinan Daerah Partai Kebangkitan Nusantara, Kadek Cita Ardana Yudi, juga turut mengapresiasi kegiatan ngelawar bareng. Baginya, karena membuat lawar bersama-sama, tidak ada perbedaan antara partai baru dan lama. “Persaingan itu saat kampanye atau meraih suara pemilih, di sini kami semua diperlakukan setara,” puji kader partai bentukan Gede Pasek Suardika itu.

Gubernur dan Komisi I akan pantau data pemilih dan Dukcapil, apapun terjadi di masyarakat ada kematian tidak akta, akan dibuat akta kolektif. Pemilih berhak memilih bisa terakomodir.

“Bagus acara begini, tadi saya ikut netek (merajang) bahan lawarnya,” imbuh Rudia sembari tertawa. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses