POSMERDEKA.COM, MATARAM – Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, melantik pengurus DPW Partai Nasdem Provinsi NTB periode 2023-2024, di Lombok Raya Hotel Mataram, Sabtu (26/8/2023).
Melalui, SK Nomor 388-kpts/DPP-NasDem/VI/2023, Rumaksi ditunjuk Ketua Umum Surya Paloh menjadi Ketua DPW Partai Nasdem NTB pada 4 Juli 2023 lalu. Wahidjan menjabat Sekretaris, dan Fitrianti menjabat Bendahara.
Dalam sambutannya, Willy berpesan agar pengurus DPW Nasdem NTB tidak leha-leha usai dilantik. Sebab, Willy menilai kalender menuju Pemilu 2024 sangat dekat. “Kakak-kakak, mari kencangkan ikat pinggang kita. Mari raih hasil maksimal di 2024. Bersatu, berjuang, menang. Siap memenangkan Partai Nasdem?” kata Willy di hadapan sekitar 500 bacaleg Nasdem seluruh NTB.
Selain pemenangan partai, Willy juga mengingatkan seluruh pengurus, kader, dan bacaleg untuk tetap konsisten menyuarakan Anies Baswedan sebagai Presiden RI 2024. Pemenangan partai harus sejalan dengan pemenangan Anies Baswedan di Pilpres 2024.
“Semangat restorasi Indonesia muara perjuangannya adalah kemenangan Partai Nasdem di 2024. Tentu juga kemenangan Pak Anies Baswedan sebagai Presiden 2024,” lugasnya.
“Kita akan intensifkan konsolidasi memperkuat mesin partai menghadapi Pemilu 2024,” sambung Rumaksi, yang juga Wakil Bupati Lombok Timur.
Anies Selalu Juru Kunci
Menyinggung rilis sejumlah lembaga survei yang menempatkan Anies Baswedan selalu di posisi paling buncit, di bawah Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, Willy mengaku menghormati hasil survei tersebut. Meski begitu, dia berujar Nasdem tak ingin terjebak atas angka-angka variabel kuantitatif.
“Ingat ada invisible hand, tangan-tangan tidak terlihat ingin menjegal Anies, menggagalkan Anies. Yang kedua, kita lihat, antusiasme-animo relawan paling besar itu ke Anies, sudah 3000-an relawan,” cetusnya tanpa merinci siapa dimaksud invisible hand itu.
Kembali dia mengklaim Anies merupakan simbol perubahan yang diharapkan publik. Secara eksplisit dia menyebut ada sekitar 81 persen suara publik yang menginginkan adanya perubahan. Dan, imbuhnya, harapan itu ditujukan ke Anies.
Soal elektabilitas Anies selalu nomor 3, dia membandingkan dengan pengalaman di Pilkada DKI yang dimenangkan Anies. “Kami percaya perubahan itu denyut nadi kehendak rakyat,” paparnya.
Willy minta publik menunggu siapa nanti yang akan unggul di Pilpres 2024. “Kita lihat nanti di 14 Februari 2024, siapa yang maju di putaran kedua. Kami tidak khawatir, basis survei kami hargai, tapi bukan berarti kita terjebak dalam realitas itu,” tandasnya. rul
























