Pengprov Persani Bali Didorong Regenerasi Atlet

  • Whatsapp
KETUA Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi, saat membuka pelatihan pelatih dan juri senam artistik Pengprov Persani Bali, Senin (27/12/2021) di Hotel Harris Denpasar. Foto: tra
KETUA Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi, saat membuka pelatihan pelatih dan juri senam artistik Pengprov Persani Bali, Senin (27/12/2021) di Hotel Harris Denpasar. Foto: tra

DENPASAR – Pengprov Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Bali, didorong untuk melakukan regenerasi atlet dengan menonjolkan atlet muda ditampilkan pada ajang Porprov Bali XV 2022. Harapan itu disampaikan Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi, saat membuka pelatihan pelatih dan juri senam artistik Pengprov Persani Bali, Senin (27/12/2021) di Hotel Harris Denpasar.

Menurut Suwandi, regenerasi harus dilakukan agar jangan sampai atlet yang sudah tua masih saja tampil di ajang Porprov Bali XV September 2022 nanti. ‘’Regenerasi harus dilakukan, jangan yang tua-tua masih jadi atlet, ke depan jangan sampai monoton itu-itu saja lagi atletnya,’’ ucap mantan Ketua Umum KONI Badung itu.

Bacaan Lainnya

Suwandi mempersilakan yang sudah berumur jadi pelatih saja, jangan lagi muncul di ajang Porprov selaku atlet.  Dia optimis cabor senam akan bisa menunjukkan prestasi ke depannya. Kata dia, apalagi ini masuk kategori olahraga individual, tentu lebih mudah mengelolanya dibandingkan cabor beregu.

‘’Percayalah kalau mau bekerja akan lahir atlet senam berprestasi, apalagi bentuk fisik secara nasional atlet Bali masih di atas rata-rata,’’ terang Suwandi.

Untuk itu, saran Suwandi, kembangkan senam di sekolah dengan baik, optimis ke depannya akan ada atlet muncul berprestasi di tingkat nasional. 

Baca juga :  Bupati Apresiasi Donor Darah PPDI Provinsi Bali

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov  Persani Bali, I Made Dana Tenaya, mengakui tantangan berat dalam melakukan regenerasi atlet, apalagi atlet tersebut dipersiapkan untuk mewakili Bali dikancah nasional. Untuk itu, awal tahun 2022 akan mulai melakukan program regenerasi atlet, dengan ditopang pelatih yang telah memadai.

Dana Tenaya yang juga Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Provinsi Bali, menegaskan dengan adanya pelatih berlisensi akan bisa mengembangkan dan mencetak atlet dengan jalan menyasar atlet dari kalangan sekolah. Kata dia, pondasi kuat harus dibangun dengan mencetak atlet dari siswa SD dan SMP.

Makanya, pelatihan pelatih senam lanjutan dan pelatihan juri ini menyasar peserta dari guru-guru olahraga dari SD dan SMP.  Disebutkan, sekarang sudah mulai muncul atlet muda-muda di berbagai daerah. ‘’Dari data yang ada kita memiliki atlet 150 orang, itu dominan tersebar di Denpasar, Badung, Buleleng, Tabanan, dan Karangasem. Harapannya, akan muncul muncul 10 atlet atau lebih bisa berprestasi di level nasional,’’ harap Dana Tenaya.

Dana Tenaya menambahkan, untuk pelatih-pelatih dan juri sesuai apa yang dikatakan Ketum KONI Bali, I Ketut Suwandi, adalah ibarat mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Dia mengakui juri bisa menilai terkait kesalahan yang dilakukan dalam kejuaraan, sementara pelatih bisa melahirkan atlet. Untuk itu, ke depan pelatih jangan punya sertifikat saja, tanpa berhasil mencetak atlet berprestasi. Dengan demikian sumber daya manusia pelatih terus diperbaiki ke depannya.

Baca juga :  1.000 Paket Beras Bantuan Puan Maharani Disalurkan di Mataram

Pelatihan pelatih dan juri senam artistik berlangsung selama empat hari mulai Senin (27/12/2021) hingga Kamis (30/12/2021). Pelatihan selain diisi dengan teori juga dilaksanakan praktek dan diakhiri dengan tes. Pelatihan menghadirkan narasumber dari PB Persani.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya tenaga keolahragaan. Ia berharap, ke depan jumlah pelatih yang dimiliki Persani Bali akan semakin banyak dan sesuai standar maupun kualifikasi. Persani Bali juga ingin perangkat pertandingan semakin komplit semuanya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.