DENPASAR – Bertepatan hari suci Banyu Pinaruh, Minggu (31/1/2021), digelar Penglukatan “Marga Gemana, Siwa Agni Gemana, Astung Pungkur” di Pantai Padanggalak, Kesiman, Kota Denpasar, Bali. Upacara ini di-puput Ida Pedanda Wayahan Wanasari dari Griya Wanasari Sanur.
Upacara ini dihadiri oleh Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya; didampingi Camat Denpasar Timur, Wayan Herman; Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Made Raka Purwantara; serta perwakilan dari desa adat se-Kota Denpasar dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Pj. Sekda Made Toya mengatakan, persembahyangan pada Banyu Pinaruh ini merupakan rangkaian upacara hari suci Saraswati oleh Pemkot Denpasar. Penglukatan dilakukan sebagai sarana untuk membersihkan diri baik secara sekala (jasmani) maupun niskala (rohani).
Dengan dilaksanakannya persembahyangan dan penglukatan ini diharapkan pandemi Covid-19 dapat segera berlalu dan masyarakat dapat kembali beraktivitas serta beribadah sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru.
“Untuk tahun ini karena masih dalam masa pandemi Covid 19, pelaksanaan upacara Banyu Pinaruh dilakukan sangat terbatas. Jadi hanya yang terkait saja seperti sulinggih, pemangku, dan serati banten saja yang hadir. Untuk umat bisa melakukan penglukatan di rumah masing-masing setelah tirta dibagikan kepada masing-masing desa adat,” kata Made Toya.
Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Made Raka Purwantara, menambahkan acara persembahyangan dan penglukatan ini dilakukan dengan sederhana dan kehadiran umum yang terbatas. Dikatakan, tirta penglukatan ini disebarkan ke desa adat (kahyangan tiga) agar nantinya masyarakat khususnya di Kota Denpasar dapat nunas tirta penglukatan tersebut di Pura Desa, Pura Dalem, atau Pura Puseh untuk digunakan di rumah masing-masing. rap
























